Jawa Barat Belum Menjadi Propinsi Termaju Secara Keseluruhan

Berita, Daerah352 views
Sekda Jabar Dr.Drs.Herman Suryatman MSi

Karawang,SURYADINAMIKA.net-Sekretaris Daerah Jawa Barat Dr.Drs.Herman Suryatman MSi di acara gebyar Paten Kecamatan Karawang Timur bertempat di Lapangan Desa Warung Bambu menyebut, World Bank memproyeksi, tahun 2045 mendatang, Indonesia bakal menjadi negara maju, Indonesia Emas.

Kemajuan itu ,sebut Sekda, diproyeksi dimulai dari Propinsi Jawa Barat, karenanya masyarakat Jawa Barat, harus bangkit , tampil menjadi aktor pembangunan, bukan menonton pembangunan, tandasnya, rabu, 18/9/2024,siang.

Herman Suryatman berujar, secara over all Propinsi Jawa Barat saat ini belum menjadi Propinsi termaju, terutama soal angka stunting Jabar yang berada di 21,7 persen dan angka ini wajib turun hingga 14 persen dari angka skala nasional 21,5 persen, dimana Perda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah tahun 2005 – 2025 menyebut Jawa Barat harus menjadi Propinsi termaju skala nasional.

” Persoalan lainnya di Jabar adalah masih tingginya angka pengangguran, kata Herman.

Terkait soal desa, Herman menjelaskan, Pemerintah Pemprov Jabar tengah mendesain Peraturan Gubernur akuntabilitas kinerja pemerintahan desa.

” indikator kinerja desa di Jabar yang terpenting diperhatikan adalah soal stunting, pemberantasan miskin ekstrim dan pelayanan publik , tandas Herman.

Pemerintahan desa se Jawa Barat tengah gencar mencegah stunting menuju zero stunting,

” stunting adalah gagal sehat, gagal berkembang gagal tumbuh, jelas Herman.

Sekda Jabar menekankan ,Kepala desa se Jawa Barat harus memahami by name by adress ibu hamil dan menyusui di desanya.

” untuk ibu hamil penting diperhatikan kesehatannya sebelum dan sesudah melakukan persalinannya.
Ibu hamil harus mau untuk mengkonsumsi tablet tambah darah dari Puskesmas. Ibu hamil harus juga mengkonsumsi protein hewani daging, ikan, minimal mengkonsumsi dua butir telur dalam sehari, dan untuk ini Kepala Desa bisa menggunakan dana desanya. Untuk masyarakat dikatagorikan bertaraf ekonomi mampu dia bisa membeli keperluan ini dengan uang pribadinya, dan bagi yang tidak mampu biayanya bisa dengan menggunakan dana Baznas, urai Sekda Jabar.

Sekda Jabar mengamanatkan, guna mendorong metabolisme anak, bagi ibu hamil usia 0-6 bulan agar dapat menggunakan Air Susu Ibu ( ASI) ekslusif dan ASI lanjutan.

” minimal enam kali dalam waktu sembilan bulan, ibu hamil wajib datang ke Puskesmas memeriksakan kesehatannya dan kesehatan bayinya, pungkas Herman.

Selain stunting ,Pemerintah Desa se Jawa Barat pula gencar memberantas kemiskinan ekstrim dan melakukan pelayanan publik maksimal. ( Pri)

Komentar