Pindo Deli Buka Pasar Sampah Karawang, Industri Jadi Penentu Ekonomi Sirkular

Yang kita hadapi bersama di Indonesia saat ini adalah darurat sampah. Tidak satu pun daerah sekarang yang tidak bermasalah dengan urusan sampahnya

Keterlibatan PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills sebagai off-taker dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Industri tidak hanya menjadi pengguna bahan baku, tetapi juga dapat menjadi penggerak terbentuknya rantai pasok ekonomi sirkular/ SURYADINAMIKA/ ist

KARAWANG — SURYA DINAMIKA.NET

Persoalan sampah di Kabupaten Karawang Jawa Barat mulai didorong keluar dari pola lama. PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Karawang, unit usaha APP Group, mengambil posisi sebagai off-taker dengan menyerap karton dan kertas putih hasil pemilahan masyarakat melalui TPS3R Baraya Runtah, Perumnas Telukjambe, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur.

Langkah tersebut menjadi inti Program Kemitraan Strategis Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah yang dijalankan PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills Factory Karawang berkolaborasi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sahabat Lingkungan dengan  didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang.

Program ini ditandai dengan pengiriman perdana dua kendaraan pikap berisi material hasil pemilahan TPS3R menuju industri.

PT Pindo Deli tidak hanya hadir di kegiatan sosial, tetapi mengambil peran di sisi hilir dengan menyerap material sesuai spesifikasi dan kebutuhan teknis perusahaan.

Kepastian penyerapan ini diharapkan membuat kegiatan pemilahan sampah memiliki nilai ekonomi yang lebih jelas.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/BPLH, Agus Rusly, menegaskan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.

Menurutnya, kolaborasi masyarakat, pengelola sampah, pemerintah, dan sektor swasta harus semakin diperkuat, terutama dengan menghadirkan kepastian pasar bagi material yang telah dipilah.

“Yang kita hadapi bersama di Indonesia saat ini adalah darurat sampah. Tidak ada satu pun daerah sekarang yang tidak bermasalah dengan urusan sampahnya,” tegas Agus, Kamis 20/8/2026.

Agus menilai keterlibatan PT Pindo Deli sebagai off-taker akan menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Industri tidak hanya menjadi pengguna bahan baku, tetapi juga dapat menjadi penggerak terbentuknya rantai ekonomi sirkular.

Sementara Ketua KSM Sahabat Lingkungan, Hendro mengaku jika TPS3R Baraya Runtah dikelolanya saat ini telah memilah hampir 35 jenis sampah rumah tangga serta sampah sejenis rumah tangga.

Material yang dipilah mencakup kertas, karton dan berbagai jenis plastik seperti PET, PP, dan HD lembaran. Namun, Hendro menegaskan tidak seluruh material itu langsung terserap industri karena masing-masing memiliki spesifikasi dan kebutuhan berbeda.

Dalam kemitraan dibangun dengan PT Pindo Deli, karton dan kertas putih menjadi material yang diprioritaskan untuk diserap.

“Dengan keberadaan off-taker, kertas dan kardus yang dipilah bisa lebih baik, lebih bersih, dan tidak basah karena sudah ada pihak yang akan memanfaatkannya,”ujar Hendro.

Menurutnya, keberadaan industri sebagai pembeli material memberikan dorongan nyata bagi pengelola sampah untuk meningkatkan kualitas hasil pemilahan.

Rumah tangga menjadi titik awal, TPS3R menjadi pengolah, dan industri menjadi tujuan akhir.

Deputy Director PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills Karawang, Adil Teguh, menyebut penguatan pengelolaan sampah harus dibangun secara bertahap mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten.

Pindo Deli, kata Adil Teguh, terbuka memperluas sinergi dengan pengelola sampah berbasis masyarakat.

Selain menyerap material, PT Pindo Deli Pulo And Paper Mills juga memberikan program CSR berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan.

“Harapannya, kerja sama ini semakin berkembang dan semakin besar, terutama untuk membantu menjawab persoalan sampah Kabupaten Karawang,”kata Adil Teguh Kamis 20/8/2026.

Program tersebut menempatkan kepastian pasar sebagai salah satu kunci pengelolaan sampah berkelanjutan. Tanpa penyerapan, hasil pemilahan berpotensi kembali menjadi beban.

Dengan pasar industri, sampah memiliki nilai, sementara masyarakat mendapat insentif untuk memilah dan menjaga kualitas material.

Kemitraan PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills dengan Kelompok Swadaya Masyarakat Sahabat Lingkungan akhirnya tidak sekadar berbicara soal sampah, tetapi lebih kepada bagaimana cara memecahkan persoalan tentang  sampah untuk kemudian diubah menjadi bahan bernilai ekonomi melalui rantai pasok pengelolaan yang terintegrasi dari masyarakat hingga industri.(Pri)

 

Komentar