PAWON Didorong Jadi Motor Kerukunan Lintas Agama di Wonogiri

PAWON diharapkan terus berjalan membawa manfaat bagi masyarakat luas, sehingga Wonogiri dapat menjadi teladan atau percontohan kerukunan umat beragama se-Jawa Tengah

Berita, Keagamaan15 views
Dialog Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama PAWON menggelar sarasehan di Padi Resto Wonogiri, Sabtu (22/8/2026) pagi/ SURYADINAMIKA/M.Sinung Restendy

WONOGIRI – SURYADINAMIKA.NET

Paguyuban Agamawan Muda (PAWON) didorong memperkuat peran sebagai motor kerukunan lintas agama di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Organisasi pemuda lintas agama itu dinilai memiliki posisi strategis untuk menjaga toleransi sekaligus mencegah tumbuhnya sikap intoleransi di tengah masyarakat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam sarasehan bertajuk “Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Menciptakan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama Wonogiri dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi” yang digelar Dialog Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama PAWON di Padi Resto Wonogiri, Sabtu (22/8/2026) pagi.

Perwakilan Dialog Center UIN Sunan Kalijaga, Dr. Zainudin, mengapresiasi keberadaan PAWON sebagai wadah pemuda lintas agama.

Namun, ia mendorong organisasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan segera memperkuat program kerja dan memperluas kolaborasi.

“PAWON diharapkan terus berjalan membawa manfaat bagi masyarakat luas, sehingga Wonogiri dapat menjadi teladan atau percontohan kerukunan umat beragama se-Jawa Tengah,” kata Zainudin.

Menurutnya, PAWON perlu membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Agama, Kesbangpol, organisasi kemasyarakatan hingga lembaga lainnya.

Ketua PAWON, Eko Rahmanto, mengakui organisasi yang dipimpinnya masih dalam tahap pembenahan dan belum berjalan maksimal.

“Kami masih berbenah diri dan sangat mengharapkan arahan serta bimbingan dari pemerintah maupun akademisi agar kiprah kami semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Eko.

Eko menegaskan PAWON berkomitmen ikut menjaga kerukunan umat beragama. Sejumlah program kerja mulai disiapkan, di antaranya pembentukan forum komunikasi tingkat kecamatan, kampanye toleransi melalui media sosial dan dialog lintas agama.

Salah satu program yang telah dijalankan pada Agustus 2026 adalah GELAS MULIA (Gerakan Relawan Lintas Agama Merawat Rumah Ibadah).

Melalui program tersebut, anggota PAWON bergotong royong membersihkan dan merawat rumah ibadah dari berbagai keyakinan sekaligus menyampaikan pesan toleransi kepada masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Wonogiri, Hariyadi, menilai masyarakat Wonogiri memiliki modal sosial kuat dalam menjaga kerukunan.

Menurutnya, keberagaman enam kelompok agama di Wonogiri, termasuk komunitas Konghucu yang jumlahnya relatif kecil, tetap dapat hidup berdampingan karena ditopang budaya masyarakat.

“Aruh Suguh Gupuh Lungguh menjadi modal sosial yang membuktikan toleransi sudah tumbuh sangat tinggi di sini. Inilah kekayaan yang harus terus dijaga bersama,” kata Hariyadi.

Hariyadi menegaskan pemerintah melalui Kementerian Agama terus membuka ruang dialog guna meminimalisasi potensi intoleransi dan diskriminasi.

Peran penyuluh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan PAWON dinilai penting untuk memperkuat fondasi tersebut.

Ia juga mendorong PAWON masuk lebih aktif ke ruang digital. Media sosial, kata Hariyadi, harus dimanfaatkan untuk mendekati generasi muda sekaligus menyebarkan pesan perdamaian.

“Saya sarankan agar PAWON mulai mengaktifkan perannya di media sosial sehingga dekat dengan Generasi Z. Isilah akun dengan konten-konten positif dan hindari sebaran berita bohong atau hoaks,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Wonogiri, Rahmat Imam Santosa, menekankan agar perbedaan tidak dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai kekuatan sosial.

Ia mengibaratkan keberagaman seperti sebuah rumah. Setiap bagian memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi untuk membangun struktur yang kokoh.

“Perbedaan suku, budaya maupun latar belakang keyakinan hendaknya menjadi modal berharga untuk saling memahami dan saling menguatkan,” ujar Rahmat.

Kesbangpol, lanjutnya, berkomitmen menjaga keberagaman serta memfasilitasi persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.

Pemenuhan hak masyarakat, termasuk penghayat kepercayaan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan administrasi kependudukan, juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut, Dialog Center UIN Sunan Kalijaga menyerahkan dukungan dana sebesar Rp5 juta kepada PAWON.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Ketua PAWON Eko Rahmanto dan disaksikan Kepala Kemenag serta Kepala Kesbangpol Wonogiri.

Dukungan tersebut diharapkan memperkuat langkah PAWON menjalankan program kerukunan lintas agama.

Sarasehan ditutup dengan diskusi kelompok. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk bertukar pengalaman, mengevaluasi program dan merumuskan gagasan pengembangan PAWON.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pemuda lintas agama agar toleransi di Wonogiri tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. (Mochammad Sinung Restendy)

Komentar