Komnas PA : Sulitnya Situasi Ekonomi, Angka Kekerasan pada Anak Melonjak

Berita, Sosial46 views
Wawan Wartawan

Karawang, SURYADINAMIKA.NET- Komisioner Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat Wawan Wartawan menyatakan tidak heran dengan terus melonjaknya angka kekerasan terhadap anak. Ia menyebut kondisi tekanan ekonomi turut berpengaruh terhadap potensi kekerasan terhadap anak.
Berdasarkan data terbaru (2024-2025), angka prevalensi kekerasan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan ekonomi, memiliki korelasi yang signifikan dengan kondisi ekonomi yang rendah atau ketidakstabilan finansial.

“Ada kondisi-kondisi yang menjadi tekanan buat orang tua atau keluarga. Salah satunya yang paling jelas adalah ekonomi. Apalagi makin ke sini angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kondisi ekonomi belakangan ini cenderung dalam kondisi memburuk,” kata Wawan ketika dihubungi Media, Sabtu (14/02).

Situasi ekonomi yang sulit itu ketika menimpa orang tua usia produktif, itu akan semakin kompleks karena anak-anaknya masih berada di fase tumbuh kembang atau usia sekolah.
Wawan mengatakan bahwa berbagai tekanan, baik ekonomi, psikologis, mental, emosional, menyebabkan orang tua sulit menghadirkan pola asuh yang tidak mengandung unsur kekerasan, baik fisik maupun verbal. Ia pun menyoroti kasus-kasus kekerasan verbal yang angkanya bisa lebih tinggi karena sulit dibuktikan.
Ia mencontohkan dengan kasus yang sedang viral di Karawang yang menimpa seorang Balita usia 2,5 tahun, Wawan mengatakan besar kemungkinan kasus kekerasan tersebut dipicu oleh kondisi sulitnya ekonomi orang tua korban, berdasarkan informasi yang diperolehnya, balita usia 2,5 tahun tersebut mengalami kekerasan luar biasa di sebuah hotel yang berada di Karawang Barat, yang diduga dilakukan oleh teman dekat atau pacar ibu korban. “Kalau kita mau jujur pastinya situasi ekonomi yang sangat sulit yang melatarbelakangi ibu korban membawa balita tersebut berada di sebuah kamar hotel.” kata Wawan.

Ia pun berpesan agar Pemerintah dalam hal ini lebih gencar melakukan sosialisasi terkait bahaya kekerasan terhadap anak, dan yang paling penting adalah bagaimana Pemerintah hadir di tengah masyarakat terkait bagaimana mencari solusi dalam sulitnya ekonomi saat ini, jaring-jaring pengaman sosial berupa BLT, BNPT, BPJS PBI dll lebih bisa terarah, pemerintahan yang berada di lini paling bawah harus lebih peka, masyarakat jangan apatis ketika mengetahui ada kekerasan terhadap anak dan lebih peduli apabila ada tetangganya kekurangan dalam hal ekonomi terutama terkait pemenuhan kebutuhan pokoknya,” pungkasnya.(cim)

Komentar