
Karawang– SURYA DINAMIKA.NET
Organisasi Kemasyarakatan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) harus tetap menjadi kekuatan sosial yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan Jawa Barat sekaligus menjaga kondusivitas daerah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Penegasan tersebut disampaikan Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Barat, Asep Sukmana, saat membuka Kongres XI Angkatan Muda Siliwangi mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Aula Husni Hamid, Kompleks Perkantoran Pemda Karawang, Rabu 10 Juni 2026 malam.
“AMS memiliki sejarah panjang dalam pembangunan Jawa Barat. Kongres ini harus menjadi laboratorium pemikiran yang melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan daerah. Jaga terus kondusivitas Jawa Barat,” tegas Asep.
Kongres XI Angkatan Muda Siliwangi yang berlangsung 10-12 Juni 2026 mengusung tema “Ngalanglang Ngahudang Dangiang, Diasuh Ku Pangaweruh Diasah Ku Kanyaah” menjadi forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan AMS lima tahun ke depan.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh melalui Wakil Bupati Maslani menyatakan Angkatan Muda Siliwangi selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, nilai-nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh yang menjadi filosofi AMS harus terus dijaga sebagai fondasi penguatan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Penjabat Ketua Umum Pengurus Pusat AMS, Rully H. Alfiyadi, mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan kontestasi pemilihan ketua umum sebagai pemicu perpecahan internal.

Ia menegaskan, Kongres XI bertujuan memilih Ketua Umum PP AMS periode 2026-2031, namun proses demokrasi organisasi harus tetap mengedepankan persatuan dan soliditas.
“Jangan sampai terjadi kubu -kubuan hanya karena perbedaan pilihan. Seberapa keras pun dinamika dalam kongres, pada akhirnya kita tetap bersaudara dalam AMS. Siapa pun yang terpilih wajib didukung seluruh anggota,” tandas Rully.
Politikus Partai Golkar itu juga menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi keberlangsungan organisasi.
Ia memastikan Angkatan Muda Siliwangi ( AMS ) tidak mengenal sistem blok kekuatan yang berpotensi memecah organisasi.
Rully menegaskan, Angkatan Muda Siliwangi siap menyelenggarakan kongres ke XI secara aman dan tertib, serta tetap konsisten berada di garis depan dalam menjaga nilai-nilai moral dan sosial di tengah masyarakat.
” Kita akan melaksanakan Kongres AMS XI dengan aman dan nyaman. AMS akan tetap menjadi organisasi penjaga nilai-nilai kebangsaan dan moralitas bangsa,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Angkatan Muda Siliwangi, Sony Inayatkhan, mengingatkan bahwa AMS saat ini berada di era digitalisasi yang tanpa batas, sehingga organisasi dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Sony menekankan, Kongres XI harus mampu menghasilkan keputusan terbaik yang mendorong AMS tampil sebagai motivator pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat tanpa terjebak pada kepentingan politik praktis maupun perbedaan warna partai.
“Kita hidup di era digital yang serba terbuka. AMS harus menjadi motivator pembangunan Jawa Barat tanpa melihat warna dan logo partai,” tegasnya.
Dari arena kongres, sejumlah nama mulai mengemuka sebagai kandidat kuat Ketua Umum PP AMS periode 2026-2031. Di antaranya Penjabat Ketua Umum PP AMS Rully H. Alfiyadi, Ketua Distrik AMS Kota Bandung sekaligus Penasehat AMS Pusat Mohammad Ihsan, serta Sekretaris Dewan Penasehat AMS Pusat Dudun Holidin.
Pembukaan kongres di Aula Husni Hamid menjadi titik awal rangkaian sidang organisasi. Selanjutnya, seluruh agenda kongres hingga paripurna pemilihan ketua umum akan digelar di Hotel Resinda, Telukjambe Timur, Karawang.
Sejumlah tokoh turut menghadiri pembukaan Kongres XI AMS, di antaranya Bupati Sumedang Donny Ahmad Munir, Ketua DPRD Sumedang Sidik Jafar, Anggota DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati dan Sri Rahayu Agustina, Anggota DPRD Karawang Abdul Aziz, serta undangan lainnya. (Pri)










Komentar