Edukasi dan Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Karawang

Karawang,SURYADINAMIKA.NET  – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina, SH melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan terkait maraknya kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Mushola ANNUR Perumahan Margasari Regency, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, dan dihadiri oleh warga, Majelis Taklim, tokoh masyarakat, serta pengurus RT, RW setempat pada Minggu (19/04-26).

Dalam kegiatan tersebut, Sri Rahayu Agustina menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis. Ia menyebut bahwa sebagian besar kasus kekerasan terhadap anak justru terjadi di lingkungan terdekat, bahkan dilakukan oleh orang-orang yang dikenal korban. “Kasus kekerasan terhadap anak hari ini banyak terjadi justru dari orang terdekat. Bisa dari keluarga, pengasuh, bahkan orang yang dipercaya menjaga anak. Ini yang harus menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Sri Rahayu dalam paparannnya.

Sri Rahayu menegaskan bahwa keharmonisan dalam rumah tangga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Ia mengingatkan para orang tua agar mampu mengelola emosi dan komunikasi dalam keluarga dengan baik. Menurutnya, konflik antara suami dan istri kerap berdampak langsung terhadap kondisi psikologis anak. Oleh karena itu, pasangan suami istri diharapkan dapat saling memahami dan menjaga komunikasi yang sehat. “Ibu-ibu dan bapak-bapak harus bisa saling menghargai. Ketika suami pulang terlambat, jangan langsung emosi. Ajak komunikasi dengan baik. Begitu juga sebaliknya, suami harus menghargai istri,” tuturnya. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah mencurigai pasangan tanpa dasar yang jelas, karena hal tersebut dapat memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga.

Selain faktor internal keluarga, Sri Rahayu juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak tidak hanya terjadi di dalam rumah, tetapi juga bisa terjadi di lingkungan terdekat, termasuk oleh orang yang memiliki hubungan keluarga. “Ada kasus di mana anak dititipkan kepada keluarga, tetapi justru mengalami kekerasan. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Ini harus jadi pelajaran bagi kita semua,” ungkapnya. Ia mengimbau para orang tua agar lebih selektif dalam mempercayakan anak kepada orang lain, termasuk pengasuh. Selain itu, penting juga untuk membangun komunikasi yang baik dengan tetangga agar dapat saling mengawasi dan peduli terhadap kondisi sekitar.

Lebih lanjut, Sri Rahayu menyoroti faktor ekonomi yang kerap menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Ia mendorong para ibu untuk memiliki kemandirian ekonomi, meskipun dalam skala kecil. Menurutnya, perempuan dapat memanfaatkan peluang usaha berbasis digital atau online untuk membantu perekonomian keluarga tanpa harus meninggalkan rumah. “Ibu-ibu bisa mulai usaha kecil dari rumah, misalnya jualan online. Minimal bisa memenuhi kebutuhan pribadi tanpa harus selalu bergantung,” ujarnya. Namun demikian, ia juga mengingatkan agar kemandirian ekonomi tidak mengabaikan peran utama sebagai orang tua, terutama dalam mengasuh dan melindungi anak.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Rahayu turut menyinggung fenomena pekerja migran asal Karawang yang mengalami masalah di luar negeri. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang berangkat bekerja melalui jalur tidak resmi atau agen yang tidak bertanggung jawab, yang seringkali dipicu oleh konflik rumah tangga atau tekanan ekonomi. “Banyak kasus TKI atau TKW yang berangkat karena masalah keluarga, tanpa persiapan matang. Akhirnya justru mengalami masalah di luar negeri,” jelasnya. Ia mencontohkan adanya kasus warga Karawang yang sakit di luar negeri dengan biaya pengobatan sangat tinggi hingga membebani keluarga. Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja agar warga menempuh prosedur yang legal dan aman.

Sri Rahayu juga mengajak masyarakat untuk memperkuat hubungan sosial dan silaturahmi di lingkungan tempat tinggal. Ia menilai bahwa kepedulian antarwarga dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah berbagai kasus kekerasan. “Silaturahmi dengan tetangga itu penting. Jangan sampai kita tidak tahu apa yang terjadi di lingkungan sendiri,” ujarnya. Menurutnya, lingkungan perumahan harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang, yang hanya dapat terwujud jika seluruh warga memiliki rasa peduli dan tanggung jawab bersama.

Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, Sri Rahayu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam perlindungan anak. Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat program perlindungan anak serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. “Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan keluarga harus bersinergi agar kasus kekerasan terhadap anak bisa ditekan,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak, sekaligus memperkuat peran keluarga dan lingkungan. Sri Rahayu menutup kegiatan dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak di Kabupaten Karawang. “Anak adalah masa depan bangsa. Kita semua punya tanggung jawab untuk melindungi mereka,” pungkasnya.(red)

Komentar