
Karawang,SURYADINAMIKA.net-Pertamina Hulu Energi Offshore North west Java( PHE ONWJ ) eksist berkomitmen akan terus menjaga alam menyelamatkan lingkungan pesisir laut tempat dimana perusahaan ini berkegiatan.
Halnya di wilayah pesisir laut Kabupaten Karawang Jawa Barat, Pertamina Hulu Energi ONWJ menggandeng komunitas masyarakat peduli abrasi laut pantai Ciparagejaya Kecamatan Tempuran dan Pantai Pasir Putih Kecamatan Cilamaya Kulon melakukan pergerakan masif dan terstruktur dalam menjaga alam dan lingkungan setempat.
Kolaborasi positif terus dibangun Pertamina Hulu Energi ONWJ bareng Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir ( KKPMP) guna mengatasi abrasi laut yang telah melenyapkan sebagian lahan warga.
Dengan menggandeng organik KKPMP yang di kesehariannya beraktifitas sebagai staf desa Ciparagejaya serta nelayan, sejak tahun 2020 Pertamina Hulu Energi ONWJ membuat alat pemecah peredam ombak dan perangkap sedimentrap APPOSTRAP memanfaatkan ban motor bekas.
KKPMP mengaku, selama empat tahun fihaknya menjadi mitra kerja Pertamina Hulu Energi ONWJ, dengan tanpa mengenal istilah lelah setiap organik KKPMP dituntut terus berpikir guna bersama berfikir menjaga dan menyelamatkan. lingkungan desanya mencegah abrasi laut Utara Jawa dan berfikir cara mengendapkan pasir pecahan karang di lokasi setempat saat terdorong ombak hingga pasir itu tidak kembali terbawa ombak air laut dan bisa menjadi daratan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat setempat.
Dengan tekhnologi Appostrap memanfaatkan ban motor bekas, lokasi yang awalnya sekira 500 meter dari bibir pantai tergenang air laut setinggi satu meter, setelah tiga tahun berjalan kini sekira 200 meternya telah kembali menjadi daratan dan bisa ditanami pohon bintaro serta pohon kelapa.
” setiap tahunnya, tak kurang dari 10 ribu ban motor kami rakit menjadi Appostrap kemudian tanam di tempat ini untuk mencegah abrasi air laut , ungkap ketua KKPMP Satrio Firdauzi Rozak menjawab pertanyaan SuryaDinamika.net

Satrio menyebut dari pekerjaan dilakukannya bareng 20 organik KKPMP dan Karang Taruna Desa Ciparagejaya selama 10 hari, sebanyak 10 ribu ban motor bekas terpasang menjadi Appostrap.
Menurutnya, KKPMP desa Ciparagejaya mengadopsi cara gigih dilakukan Pak Sahari KKPMP Dusun Pasir Putih Desa Suka Jaya Kecamatan Cilamaya Kulon yang dengan alat Appostrap buatannya, sukses menyulap lokasi garapannya dari awalnya genangan air laut berlumpur menjadi tempat wisata hutan mangrove dan banyak dikunjungi wisatawan domestik, ungkap Satrio, Rabu, 21/8/2024, siang.
Satrio berangan-angan, dari lokasi yang digarapnya bareng PHE ONWJ setelah nantinya menjadi tanah darat lebih dari 500 meter dan aman dari abrasi, rencananya ingin dijadikannya sebagai lokasi wisata.
Pernyataan Satrio Firdauzi Rozak diamini oleh anggota KKPMP Ciparage ,Misju (48).
Misju berkisah, pada tahun 1983 silam, keluarganya kehilangan rumah tinggalnya karena tergerus abrasi air laut.
Atas tawaran Pemerintah Kabupaten Karawang kala itu, Misju dan keluarganya lalu menempati sebidang lahan kampung miliknya Pak Badama, mantan pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang era orde baru.
Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Kantor Dinas Sosial, kala itu memberikan lahan 5×6 meter untuk keluarga Misju.
Di lahan itu, kemudian Misju mendirikan rumah untuk tinggal keluarganya.
Misju pun kemudian tertarik dengan tawaran program Appostrap memanfaatkan ban mobil bekas dari Pertamina Hulu Energi ONWJ dikoordinasi penanggung jawab program TJSL ( Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ) Pertamina Hulu Energi ONWJ ,Iman Teguh.
Merespon tawaran Pertamina Hulu Energi ONWJ, Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Ciparagejaya kemudian mencoba membuat alat Appostrap dari ban mobil untuk menahan ombak laut pesisir laut Ciparage, namun hasil didapatkannya tidak memuaskan.
Atas petunjuk Iman Teguh kemudian, material proyek appostrap diganti menggunakan ban motor bekas, dan hasilnya menunjukkan positif, Appostrap dapat mengikat pasir laut yang terhempas gelombang laut ke bibir pantai dan perlahan namun pasti lokasi abrasi itupun kembali bisa menjadi daratan.
” dengan memanfaatkan ban motor bekas pakai masyarakat dan kita buat alat Appostrap, pasir pecahan karang laut pun jadi tertahan .
Alhamdulillah, dari lokasi yang awalnya digenangi air laut berlumpur setinggi satu meter ,dalam kurun waktu 3 tahun berjalan, lebih dua ratus meter tanah timbul telah mengendap dan mengeras menjadi daratan dan bisa kami tanami pohon, kata Misju.
Penanggung jawab program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL) Pertamina Hulu Energi ONWJ ,Iman Teguh, mengaku bahagia, haru namun prihatin melihat semangat kerja pegiat KKPMP yang mitra kerjanya.
Iman Teguh menyesalkan, masuknya puluhan bangunan rumah permanent di area Green belt garapan Pertamina Hulu Energi ONWJ bersama KKPMP.
” ada sekira 50 bangunan rumah tak prosedur berdiri di lokasi green belt yang tengah kami garap bareng KKPMP. Padahal untuk mengerjakan Appostrap penahan turap di desa Ciparage ini, tak kurang dari 100 juta rupiah setiap tahunnya harus disiapkan Pertamina Hulu Energi ONWJ untuk merakit Appostrap dari ban motor ini, ungkap Iman Teguh menyesalkan keadaan.
Penanggung jawab program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL) Pertamina Hulu Energi ONWJ,
Iman Teguh, meminta, Kepala Desa Ciparagejaya agar menerbitkan Peraturan Desa, melarang warganya membangun rumah di area Green Belt demi penyelamatan wilayah desa setempat dari abrasi air laut dimana rencana kerja proyek garapannya itu untuk radius lebih 500 meter dari bibir pantai, pungkas Iman Teguh. ( Pri )


















Komentar