
Karawang, Suryadinamika.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat,H. Rahmat Hidayat Djati, menyarankan Bupati Karawang, Aep Syaepuloh melakukan langkah aktif melobi Kementerian Keuangan dalam kepentingan meminimalisir dampak pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang cukup besar nilainya.
Menurutnya, persoalan kekurangan TKD merupakan isu nasional yang saat ini dirasakan hampir seluruh daerah.
Dia menyebut kebijakan pengetatan anggaran pusat membuat dana daerah diawasi ketat dan berpotensi ditarik kembali jika terlalu lama mengendap tanpa perencanaan program yang pasti.
“Kalau dana terlalu lama mengendap di kas daerah, pasti diambil lagi. Kecuali mau dipakai untuk program yang jelas dan terukur,” kata H. Rahmat Hidayat Djati yang akrab disapa dengan nama Kang Toleng, Senin sore (8/12).
Kang Toleng menyebut, TKD Kabupaten Karawang dipotong lebih Rp7 00 miliar dan Provinsi Jawa Barat pemotongan TKD hampir Rp 4 triliun. Jika dirata-ratakan di 27 kabupaten/kota di Jabar, setiap daerah dipangkas sekira Rp 500 miliar rupiah.
“Jawa Barat terjadi pemotongan angka yang besar hingga membuat Karawang stres, tapi seharusnya jangan pasrah. Harus ada upaya formal lobi Kemenkeu, bukannya main-main apalagi kongkalikong, Karawang ini dinilai kurang optimal dalam melakukan lobi,” tandas Kang Toleng.
Dikatakannya, pemerintah daerah sejatinya masih berpeluang mengajukan kembali anggaran, asal programnya jelas selaras dengan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Kalau programnya menopang program nasional, pasti dikasih. Contohnya program 3 juta rumah, rutilahu, program Makan Bergizi Gratis (MBG). Itu butuh dukungan ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.
Sektor pendidikan juga berpeluang besar. Pemerintah kabupaten dapat mengajukan program berkaitan dengan kebutuhan SD dan SMP, yang kewenangannya ada di daerah, jelas Kang Toleng seraya ia mencontohkan langkah dilakukan Kabupaten Bogor dan Bandung yang menurutnya aktif melobi pemerintah pusat sehingga mampu mendapatkan dukungan anggaran program strategis.
H. Rahmat Hidayat Djati mengaku, ia berencana menyampaikan langsung saran itu kepada Bupati Karawang. “Kalau sudah ada waktunya soal ini akan saya sampaikan,” pungkasnya. (Pri)










Komentar