Tandai Turun Nyawah, Petani Tempuran Gelar Babaritan

Babaritan

SURYADINAMIKA.net-Karawang– Petani di Desa Lemahduhur dan Desa Lemahkarya, yang tergabung dalam beberapa Kelompok Tani, menggelar acara Babaritan di area pesawahan Si Jagal, yaitu lokasi pesawahan yang berada diantara dua desa tersebut, Senin, 10 Pebruari 2025.

Acara berlangsung meriah, karena didukung banyak orang, terutama petani, bapak-bapak, ibu-ibu, tua-muda, berdatangan dengan membawa berbagai macam makanan.

Hadir pula para tokoh masyarakat, tokoh tani, tokoh adat, juga tokoh agama bahkan pihak pemerintahan desa.

Setelah melakukan ritual “Babaritan”, semua yang hadir ikut makan bersama, menyantap hidangan yang sengaja mereka siapkan dari rumah masing-masing.

H.Rahmat Sugiana,S.Pd – Tokoh Masyarakat

H. Rahmat Sugiana,S.Pd tokoh masyarakat setempat berindak sebagai “pupuhu” di kegiatan adat petani itu. Ia mengatakan, bahwa acara ini digelar untuk memelihara adat Karuhun, saat akan memulai “turun nyawah”.

Ieu teh mangrupakeun kesepakatan balarea , ti tilu kelompok tani, Kahiji Kelompok Tani Mitra Saluyu NU dikokojoan ku wa haji Tamin, teras, kelompok tani Muncul Jaya NU dikokojoan ku haji Dudi, Jeung hiji deui kelompok tani ti Pulobangbu.” Katanya mengawali keterangannya kepada Suryadinamika.

Teristimewa, menurut H.Rahmat, yang mantan Kepala Desa Lemahduhur itu, bahwa kegiatan Babaritan ini diprakarsai oleh petani-petani muda, yang disebut H. Rahmat sebagai petani melenial dan bertindak sebagai panitia pelaksana.

“Alhamdulillah antusiasna, ieu teh minangkana mah ngalestarikeun budaya baheula kokolot-kokolot urang, saencana turun macul, sok diayakeun Babaritan,” sambung Haji Rahmat.

Reporter : Wa Andes

Editor : KS.

Komentar