
Karawang,SURYADINAMIKA.net- Tulang punggung ekonomi sebagian besar masyarakat desa Kalisari Kecamatan Telagasari dari pertanian sawah. Ada sekitar 350 hektar sawah di wilayah desa Kalisari, dengan mengandalkan pengairan teknis yang diatur dengan sistim irigasi.
Bah Bewok, salah seorang tokoh tani desa Kalisari, mengeluhkan kurangnya air ke pesawahan di desanya. Sampai hari ini (akhir bulan Oktober 2024) petani Kalisari belum bisa turun ke sawah memulai musim tanam gadu 2024.
“Moal pa, moal bisa nyawah, da kudu aya caina. Ayeuna nepi ka poe ieu cai can aya. Aya aya na mah, Ngan leutik” ujar Ewok kepada wartawan.(23/10)
(Ngga pak, enggak bisa turun ke sawah, airnya nggak ada. Sampai hari ini, airnya gak ada. Memang ada air mengalir, tapi kecil)
Keluhan petani itu disampaikan kepada Kepala Desa Kalisari, Komarudin di kantor desa Kalisari, Rabu 23 Oktober 2024. Saat itu hadir petugas pengairan dari Kantor Pengairan Telagasari, Maman, PPL Dinas Pertanian, Irianti dan petugas ulu-ulu setempat.
Pengairan, Maman “saya belum tau kondisi kekurangan air petani Kalisari , saya memang merasa kurang informasi dan koordinasi.” Ujarnya, membuka keterangannya.
Selanjutnya, Maman menyebutkan pengaturan air di Btls 3 diatur ; untuk hari Senin sampai dengan Kamis dialirkan ke irigasi arah Telagasari, Tempuran. Sedangkan arah ke Desa Kalisari dan Kalijaya dijadwal Jumat sampai dengan Minggu.

Kita Carikan solusinya untuk bisa ada cara mengatasi kekurangan air, sambung Maman berjanji.
Kepala Desa Kalisari, Komarudin menyampaikan harapan kepada pihak-pihak terkait, untuk mencari solusi agar petani di desanya bisa segera turun ke sawah memulai tanam padi musim gadu 2024.
“Kita tidak ingin mencari siapa yang salah, tapi kita cari solusi yang sifatnya segera bagaimana mengatasinya. ” Ucap lurah Ucok, sapaan akrab Kades Komarudin. (KS).

















Komentar