Operasional Terminal LPG Bima Diresmikan. Pertamina Perkuat Infrastruktur Energi Nasional di Indonesia Timur

Berita, Daerah299 views

SURYADINAMIKA.net, Bima –  PT Pertamina (Persero), melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, meresmikan operasionalisasi Terminal Liquefied Petrolem Gas (LPG) Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat Proyek Strategis Nasional (PSN) pendukung ketahanan energi di wilayah Indonesia Timur, Jum’at (21/02/2025).

Pembangunan Terminal LPG Bima merupakan tugas pemerintah mendukung program konversi energi dan memperkuat distribusi LPG di Indonesia Timur.  Proyek ini menjadi langkah strategis peningkatan akses masyarakat terhadap energi.

Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi, menjelaskan terminal LPG Bima adalah upaya nyata pertamina menguatkan infrastruktur energi nasional, khususnya di Indonesia Timur. Pembangunan Terminal LPG Bima diawali Maret 2019 dan selesai akhir tahun 2023.

Meski sempat menghadapi rintangan pandemi COVID-19 hingga menghambat penuntasan proyek ini, namun akhirnya proyek ini sukses beroperasi sesuai rencana.

“Dengan hadirnya terminal LPG ini, kami pastikan distribusi LPG akan lebih efisien, merata, dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Utamanya di daerah yang selama ini sulit mendapat akses energi,” kata Eduard.

Eduard menegaskan, Terminal LPG Bima menjadi salah satu penguat distribusi LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada sebelumnya pengirimannya dilakukan dengan skid tank menggunakan kapal landing craft tank (LCT) dari Terminal LPG Lombok ke Pulau Sumbawa.

Eduard pula menegaskan, proyek ini bukan hanya tentang infrastruktur fisik, namun pula sebagai bagian dari strategi besar dan dukungan Pertamina dalam memastikan ketahanan energi nasional sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo dalam menjaga ketahanan dan swasembada energi di Indonesia.

“Kami memahami, ketersediaan energi yang handal adalah faktor kunci pendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Diharapkan, keberadaan Terminal LPG Bima akan memberi manfaat besar bagi masyarakat, industri dan sektor UMKM di NTB,” ungkapnya.

Di kesempatan ini, Koordinator Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM, Sugiarto menyampaikan, pembangunan Terminal LPG ini sebagai bagian penugasan pemerintah sesuai amanat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 2157 K/10/MEM/2017.

“Pembangunan Terminal LPG, khususnya di Indonesia Timur, merupakan bagian dari penugasan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Dari empat lokasi yang ditugaskan, tiga di antaranya—Jayapura, Wayame, dan Bima—telah selesai dan siap beroperasi, sementara satu lokasi lainnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih dalam proses penyelesaian,” terang Sugiarto.

Seiring upaya percepatan proyek strategis ini, Kejaksaan Agung melalui Direktorat PPS Jamintel turut berperan memastikan kelancaran pembangunan Terminal LPG Bima.

Kasubdit ESDA dan IPTEK Direktorat PPS Jamintel Kejaksaan Agung RI, Agus Eko Purnomo menjelaskan, Kejaksaan Agung memastikan proyek ini berjalan sesuai target dengan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

Dari sisi Kementerian BUMN, proyek Terminal LPG Bima mendapat dukungan penuh dalam proses mediasi dan pengawasan.

Sementara dikatakan Sub Koordinator Asisten Deputi Bidang Industri, Energi, Minyak, dan Gas Kementerian BUMN, Ni Kadek Yuliartani, bahwa Kementerian BUMN mengawasi jalannya proyek agar sesuai timeline ditetapkan.

Ni Kadek Yiliartini mengungkapkan, kolaborasi antar BUMN menjadi kunci kelancaran proyek ini.

“Alhamdulillah, pembangunan ini selesai sesuai timeline ditetapkan. Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek ini menjadi fokus utama pemerintah dan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” terangnya.

Pembangunan Terminal LPG Bima menjadi bukti komitmen pemerintah dan Pertamina dalam mendukung pemerataan akses energi di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah timur. Dengan beroperasinya terminal ini, diharapkan ketahanan energi nasional semakin kuat dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Hadir di kegiatan ini, Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga Eduward Adolof Kawi, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Bidang Infrastruktur, Energi, dan Investasi Febry Calvin Tetelepta, Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian dan Pangan, Edy Priyono, Kasubdit ESDA dan IPTEK, Direktorat PPS, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia Agus Eko Purnomo, Koordinator Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM Sugiarto, serta ,Sub Koordinator Asisten Deputi Bidang Industri Energi, Minyak, dan Gas Kementerian BUMN, Ni Kadek Yuliartani. (Pri)

Komentar