Lagi, Polres Karawang Ringkus Penyuntik Gas Subsidi

Berita, Hukum, Kriminal220 views
Waka Polres Karawang Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo didampingi KBO Reskrim Iptu Budi Raharjo dan Kasi Humas Polres Karawang Ipda Kusmayadi Menunjukkan Barang Bukti Kejahatan Disita Polisi

Karawang,|SDM|Polres Karawang Polda Jawa Barat di gedung media center Sarja Arya Racana menggelar Pers Confrence, pengungkapan diringkusnya pelaku penyuntikan gas elpiji subsidi ( gas melon) 3 kg ke tabung gas elpiji non subsidi merk Bright ukuran 5,5 kg dan ukuran 12 kg, Rabu ( 15/5/2024) siang.

Waka Polres Karawang Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo didampingi KBO Reskrim Polres Karawang Iptu Budi Raharjo dan Kasi Humas Ipda Kusmayadi menjelaskan, kejahatan migas dilakukan diKampung Karang Anyar RT 03 / RW 027 Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang ini terbongkar tanggal 8 Mei 2024 bertempat atas laporan masyarakat kepada Polisi yang curiga dengan aktifitas toko gas tersebut.

Berdasar laporan diterima, Tim Sanggabuana Satreskrim Polres Karawang bergerak cepat meringkus tiga pria pelaku penyuntikan gas elpiji subsidi dari Tempat Kejadian Perkara, yakni FH (41) warga Tanjung Pura Kecamatan Karawang Barat, AH (27) warga Kelurahan Palumbonsari Kecamatan Karawang Timur dan IH (36) warga Kampung Sirnamanah Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta.

” Tabung gas elpiji non subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg hasil suntikan pelaku kejahatan dijual di wilayah Karawang. Modusnya karena faktor ekonomi, jelas Kompol Prasetyo.

Pelaku melancarkan aksi mengumpulkan gas melon ukuran 3 kg setiap hari dan setiap empat kali dalam seminggu dilakukan pemindahan ke tabung gas non subsidi merk Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Dalam waktu seminggu pelaku memperoleh 160 tabung gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

” Sehingga dalam waktu 5 bulan pelaku menghasilkan total 3200 tabung gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg, ungkap Kompol Prasetyo.

Modus operandinya, pelaku memindahkan isi tabung gas subsidi 3 kg ke tabung gas non subsidi merk Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg dengan cara memasang pipa besi pada leher tabung gas non subsidi tersebut dan menggunakan media es batu untuk mempercepat proses pemindahan gas.

Pelaku mendapat keuntungan seratus dua puluh lima ribu rupiah dari setiap tabung gas elpiji ukuran 12 kg dan enam puluh ribu rupiah dari setiap gas elpiji 5,5 kg hasil suntikannya.

Berdasar penghitungan Satreskrim Polres Karawang bareng pihak Migas, keuntungan dikantongi pelaku dan atau kerugian negara terhitung sejak bulan Desember 2023 hingga bulan Mei 2024 tak kurang dari Lima Ratus Sembilan Puluh Dua juta rupiah.

Polres Karawang menjerat pelaku kejahatan perkara ini, dengan pasal, setiap orang yang secara bersama-sama menyalahgunakan pengangkutan migas bahan bakar minyak ,bahan bakar gas dan atau liquid petroleum yang disubsidi pemerintah, sesuai pasal 55 Undang- Undang Republik Indonesia nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, yang diubah cluster pasal 40 angka 9 Undang- Undang Republik Indonesia nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ( Perpu) Nomor 2 tahun 2022 Tentang Cipta Kerja menjadi Undang- Undang Jo pasal 55 KUH Pidana, diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 tahun dan atau denda paling besar Enam Puluh Milyar Rupiah.

Polisi menyita barang bukti kejahatan, satu unit mobil carry jenis pickup , 81 tabung gas subsidi ukuran 3 kg ,30 tabung gas non subsidi merk Bright ukuran 5,5 kg , 70 tabung gas non subsidi ukuran 12 kg, 8 besi alat suntik dan 10 es batu dari tangan terduga pelaku. ( pri)

banner 970x250

Komentar