Kolaborasi FKUB Karawang Dan PSMTI Salurkan Ratusan Nasi Bungkus Untuk Pengungsi Banjir Di Camp Shelter Reshinda

Berita, Daerah246 views
Kades Purwadana Endang Heryana,SH bersama Ketua FKUB Karawang Dr.KH Masykur Mansyur dan jajarannya menyampaikan penjelasan kepada SuryaDinamika.net

Karawang, SuryaDinamika.net – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang hari ini kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaannya terhadap korban banjir. FKUB Karawang berkolaborasi dengan Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Karawang menyalurkan bantuan bakti sosial berupa ratusan paket natura (nasi bungkus) kepada lebih dari 1.500 pengungsi korban banjir asal Desa Purwadana, Sukamakmur dan Parungsari, Sabtu (24/01).

Bantuan tersebut disalurkan langsung ke camp pengungsian masyarakat Desa Purwadana yang berada di Shelter Resinda Karawang. Sasaran bantuan mencakup para pengungsi yang kembali menempati shelter reshinda akibat banjir yang kembali melanda wilayah tersebut.

Kegiatan ini merupakan kali kedua FKUB Karawang hadir di Shelter Reshinda. Sebelumnya, pada Selasa kemarin 20 Januari 2026 FKUB Karawang juga melakukan aksi serupa dengan menggandeng unsur lintas agama dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang.

Seperti diberitakan suryadinamika.net sebelumnya, pada Selasa siang, 20 Januari 2026 para pengungsi Desa Purwadana sempat berangsur meninggalkan camp pengungsian Resinda pulang ke rumahnya masing-masing.  Namun, seiring hujan dengan intensitas tinggi yang kembali mengguyur Kabupaten Karawang sejak satu pekan terakhir menyebabkan Sungai Citarum dan Sungai Cibe’et kembali meluap. Akibatnya, Desa Purwadana kembali terendam banjir dengan ketinggian air yang lebih parah, bahkan mencapai setinggi leher orang dewasa.

Kondisi tersebut mendorong Bupati Karawang, Aep Syaepuloh meminta warga agar bersedia dievakuasi dan meninggalkan rumahnya menuju tempat yang lebih aman.

Ketua FKUB Dr KH Masykur Mansyur menyampaikan keterangan kegiatan dilakukannya di camp pengungsian korban banjir

Ketua FKUB Karawang, Dr. KH. Masykur Mansyur, menyampaikan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan solidaritas lintas elemen masyarakat. KH.Masykur Mansyur mendoakan agar Kabupaten Karawang segera terbebas dari bencana.

“Kami berdoa, semoga Karawang segera terbebas dari musibah banjir. Kepada para pengungsi, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan, serta tetap menjaga dan tidak meninggalkan ibadah kepada Allah SWT dalam kondisi apapun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purwadana, Endang Heryana, SH, menjelaskan, jika jumlah korban banjir dari warganya berkisar lebih 5700 jiwa. Namun ia mengaku jika pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam proses evakuasi karena sebagian warga Dusun Sumedangan sebelumnya enggan dievakuasi meski kondisi banjir terus memburuk.

Para pengungsi Desa Purwadana di Camp Ppengungsian Resinda

“Sebagian warga Dusun Sumedangan justru lebih mengkhawatirkan hewan peliharaannya ketimbang keselamatan jiwanya sendiri. Alhamdulillah, setelah kondisi semakin parah dan adanya arahan dari pemerintah daerah, warga akhirnya bersedia dievakuasi, menggunakan truk militer bantuan dari Yonif 305 Kostrad,” ungkap Endang.

Aksi kemanusiaan kolaboratif antara FKUB Karawang dan PSMTI ini diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas lintas umat di Kabupaten Karawang.

Dikonfirmasi SuryaDinamika.net tentang kesehatan pada camp pengungsi setempat, pihak medis dari Puskesmas Wadas Telukjambe Timur menyebut jika pengungsi ditanganinya banyak terkena penyakit kulit, selain flu dan demam, namun tidak ada diantara mereka yang dirujuk ke rumah sakit. Selain dari Puskesmas Wadas, kesehatan pengungsi setempat juga dipantau intensif oleh Tim medis dari Rumah Sakit Mandaya. (Pri)

Komentar