Kiper Timnas Legendaris Ponirin MekaTutup Usia

Berita, Olahraga274 views

SURYADINAMIKA.net – Bagi pecinta sepakbola nasional tahun 80-an tentu akan mengenal nama Ponirin, yang nama lengkapnya Ponirin Meka. Kiper PSMS Medan yang malang melintang membela Timnas PSSI.

Ponirin Meka mengembuskan nafas terakhirnya, Minggu, (10/4/2022) sekira pukul 16.30 WIB.

Almarhum meninggal di kediamannya di Dusun I Lengau Seberang, No 043 Sei Merah, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Dari berbagai sumber diberitakan bahwa Ponirin mengalami serangan jantung dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit.

Si ‘Tangan Emas’, julukan Ponirin Meka, mulai berkibar pada turnamen Fatahillah Cup 1982. Pada semifinal menghadapi Persija, pelatih PSMS Herman Tamaela mempercayakan Ponirin Meka untuk tampil sebagai kiper inti menggantikan Taufik Lubis yang tidak fit kondisinya.

Di Semifinal menghadapi Persija yang waktu itu diperkuat bintang – bintang Timnas seperti Ristomoyo dan Budi Tanoto, kegemilangannya di bawah mistar membawa PSMS Medan sukses lolos ke Final setelah mengalahkan Persija 2-1.

Partai Final melawan PSIS Semarang Ponirin Meka kembali dipercaya mengawal gawang PSMS dan kegemilangannya di bawah mistar membawa PSMS Medan sukses menjadi Juara setelah di Final mengalahkan PSIS 2-1.

Pada Divisi Utama Perserikatan PSSI 1982/1983 trio pelatih PSMS Medan Wibisono, Zulkarnaen Pasaribu dan Parlin Siagian mempercayakan posisi kiper PSMS kepada Ponirin Meka.

Pada final melawan Persib ini Ponirin Meka menjadi pahlawan PSMS karena sukses membawa PSMS Medan menjadi Juara setelah mengalahkan Persib 3-2 dalam drama adu penalti.

Dalam drama adu penalti ini hanya dua eksekutor Persib yang mampu menjebol gawang PSMS yang dikawal Ponirin Meka, yaitu Bambang Sukowiyono dan Wawan Karnawan. Tiga penendang lainnya yaitu Giantoro, Wolter Sulu dan Adjat Sudrajat, berhasil ditepis dengan gemilang oleh Ponirin Meka.

Gelar ini sendiri adalah gelar Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI yang ke-5 untuk PSMS setelah sebelumnya sukses menjadi Juara pada 1967, 1969, 1971 dan 1975 (Juara Bersama dengan Persija). Keberhasilan ini membuat Ponirin Meka mulai dilirik oleh Timnas.

Ponirin merupakan salah satu kiper top pada masanya, hingga akhirnya bisa jadi andalan timnas Indonesia.

Dengan kostum skuad Garuda, Ponirin Meka tampil gemilang di Asian Games 1986 yang digelar di Seoul, Korea Selatan. Timnas Indonesia melaju hingga semifinal, setelah mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) di perempat final via adu penalti, 6-5.

Kala itu Ponirin Meka menggagalkan eksekusi penalti pemain UEA di babak kedua dan sekali saat adu penalti.

Keahliannya dalam menepis tendangan penalti membuat Ponirin mendapat julukan “si Tangan Emas”.

Adapun pencapaian terbaik Ponirin Meka bersama timnas Indonesia dirasakannya di ajang SEA Games 1987 dan Piala Kemerdekaan 1987 karena berhasil keluar sebagai juara. 

 

Sumber : TEMPO.co/Tribun Medan.com

 

Komentar