Jembatan Garuda Resmi Dibuka, TNI dan Warga Akhiri Keterisolasian Dua Desa di Cianjur

pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar menghadirkan sarana fisik, melainkan membuka jalan kemajuan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses

Jembatan Garuda yang dibangun melalui sinergi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat resmi difungsikan setelah diresmikan Komandan Kodim (Dandim) 0608 Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., Selasa 23 Juni 2026.SURYA DINAMIKA/Firman

Cianjur – SURYA DINAMIKA.NET

Penantian panjang masyarakat Desa Wargaluyu dan Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, akhirnya berakhir. Jembatan Garuda yang dibangun melalui sinergi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat resmi difungsikan setelah diresmikan Komandan Kodim (Dandim) 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., Selasa 23 Juni 2026.

Peresmian jembatan yang berlokasi di Kampung Cimuncang Cirakit RT 02/02, Desa Wargaluyu itu disambut antusias ratusan warga.
Prosesi gunting pita menjadi penanda beroperasinya akses vital yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang pendidikan, perdagangan, dan aktivitas sosial ekonomi lainnya.

Letkol Inf Bistok Barry Simarmata menegaskan, pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar menghadirkan sarana fisik, melainkan membuka jalan kemajuan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses.

“Jembatan ini adalah bukti bahwa persoalan masyarakat bisa diselesaikan melalui kebersamaan. Kehadiran TNI harus memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan rakyat. Kini anak-anak sekolah, pedagang, petani, dan warga tidak lagi terkendala akses yang selama ini menjadi hambatan,” tegas Bistok.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di pedesaan.

“Jembatan ini lahir dari kerja keras bersama. TNI dan rakyat bekerja bahu-membahu demi menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Wargaluyu, H. Hambali, menyebut peresmian Jembatan Garuda sebagai momentum bersejarah yang akan mengubah wajah desanya.

Ia mengaku bangga karena impian masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang layak akhirnya terwujud.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan jajaran TNI yang telah memberikan perhatian nyata kepada masyarakat desa. Jembatan ini bukan hanya penghubung wilayah, tetapi juga penghubung harapan dan masa depan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Panyindangan, Deden Selamat, menilai keberadaan Jembatan Garuda menjadi simbol kemenangan semangat kebersamaan.

Ia mengungkapkan pembangunan jembatan tidak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat yang rela berkorban demi kepentingan bersama.

“Bahkan ada warga yang dengan sukarela menyerahkan sebagian lahannya untuk akses jalan umum. Ini menunjukkan bahwa pembangunan berhasil karena ada rasa memiliki dan kepedulian yang tinggi dari masyarakat,” katanya.

Deden memastikan masyarakat akan menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Peresmian Jembatan Garuda menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan rakyat. Dari sebuah jembatan yang berdiri kokoh, kini terbuka akses baru yang memperlancar mobilitas, menggerakkan roda ekonomi, serta memperkuat konektivitas dua desa yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan infrastruktur.(Firman /Pri)

Komentar