
Karawang, Suryadinamika.net – Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko meninjau pendistribusian Makan Gizi Gratis diĀ SMK Bhineka milik Yayasan Pendidikan Nahdatul Ulama ( YAPINU) di jalan Kertabumi Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, didampingi Ricky Tamba, tenaga ahli utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Senin (6/1/2024).
SMK Bhineka Karawang menerima kiriman makan bergizi gratis sebanyak 915 nampan nasi berbahan stainless steel untuk siswanya.
Ricky Tamba dan rombongan hadir di SMK Bhineka usai menyambangi SDN Karawang Kulon II Kelurahan Karawang Kulon Kecamatan Karawang Barat, guna melihat langsung uji coba pemberian 1464 paket makan bergizi gratis dengan menu nasi putih, ayam kecap, tumis buncis serta pisang.
Program makan gratis bergizi merupakan program pengentasan kemiskinan inisiatif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiyanto, kata Budiman Sudjatmiko.
Dengan pemberian makan bergizi gratis bagi anak sekolah, Prabowo Subiyanto berharap nantinya akan lahir generasi Indonesia emas yang cerdas.
Kaitannya dengan program swasembada pangan bidang pertanian dan peternakan, melalui program makan bergizi gratis, pemerintah Indonesia berharap ekonomi masyarakat Indonesia akan bangkit dan maju.
Budiman Sudjatmiko menyebut, kaitan program makan bergizi gratis ini, peternak sapi, peternak unggas ayam pedaging dan ayam petelur, petani cabai, petani sayur mayur, petani buah pisang dan sejenisnya produknya pada nantinya akan dibeli oleh penyedia makan bergizi gratis.
“Nantinya, mulai hari Senin hingga Jum’at, akan ada 82 juta anak Indonesia penerima makan bergizi gratis,” kata Budiman, seiring meyakini bakal hadirnya petani dan peternak unggas baru di setiap desa penerima makan bergizi gratis.
Budiman memprediksi, multiplayer effect dari program makan bergizi gratis ini bakal banyak menghadirkan sumber daya manusia berkualitas dan memproteksi angka pengangguran terdidik.
“Jika di Indonesia terdapat 75 ribu desa, maka untuk pemenuhan bahan pokok makan bergizi gratis harus disiapkan 30 hektar lahan sawah dan kebun baru,” kata Budiman.
Menyoal program tengah dijalaninya, Budiman mengaku, pihaknya segera membuat 60.000 kandang sapi dan kandang ayam untuk penyerapan 500 ribu tenaga kerja.
Budiman berwacana, pihaknya akan membuat 2000 lumbung pangan pada setiap kecamatan di wilayah NKRI.
“Setidaknya akan terjadi perputaran uang Rp 8 milyar per tahunnya di setiap desa,” ujarnya.
Budiman menyebut, jika pada nantinya program makan bergizi gratis ini lancar, maka di tahun 2029 mendatang dari 460 trilliun rupiah yang disiapkan oleh negara, akan terjadi penghematan anggaran negara, 200 trilliun rupiah pertahun jika bahan pokok digunakan untuk program makan bergizi gratis ini menggunakan produk lokal.
Senada pernyataan Budiman Sudjatmiko, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Ricky Tamba menjelaskan, program makan bergizi gratis telah dilaksanakan serentak pada 190 titik di wilayah Indonesia.
“Untuk sementara, baru 190 titik , termasuk 2 titiknya di Kabupaten Karawang,” ujar Ricky.
Ricky menyebut, program makan bergizi gratis bukan sekedar janji kampanyenya Presiden Prabowo Subiyanto dan Gibran Raka Buming Raka. Namun terlebih itu, dikatakannya, tujuan Presiden Prabowo Subiyanto, ingin menciptakan generasi muda Indonesia emas yang cerdas di tahun 2045.
Dengan program makan bergizi gratis, perputaran uang dan roda ekonomi pasar terus bergerak signifikan dimana pihak penyedia makan bergizi gratis akan terus belanja produk pertanian dan peternakan di kesehariannya.
Ricky juga menjelaskan, untuk 1 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan melayani 3000 – 4000 penerima manfaat makan bergizi gratis.
“Di tahun 2025 akan ada 5000 dapur umum untuk melayani 20 juta pelajar, ibu menyusui dan balita,” ungkap Ricky.
Menjawab pertanyaan wartawan SuryaDinamika.net menyoal kontrol layanan gizi dari pemerintah kaitannya dengan makanan bergizi gratis untuk masyarakat, Ricky Tamba menyebut, pemerintah Indonesia menyiapkan tiga tenaga terlatih dari Badan Gizi Nasional pada setiap SPPG, yakni Sarjana Penggerak Indonesia selaku Kepala SPPG, ahli gizi dan ahli akuntansi. (Pri)











Komentar