Angin Puting Beliung Terjang Kota Bandung dan Sumedang, Masyarakat Agar Waspada Fenomena Hidrometeorologi

Berita, Peristiwa393 views

Bandung,|SDM| Fenomena hidrometeorologi cuaca alam super ekstrim berulang.

Rabu 21 Februari 2024 sekira jam 16.00 WIB, angin puting beliung mengamuk menerjang kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang dan kecamatan Bandung Kulon Kabupaten Bandung Kota memporakporandakan wilayah setempat.

Selain merobohkan pagar PT Kahatex, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung, terjangan maha dahsyat angin puting beliung pula memporakporandakan atap sejumlah bangunan milik warga Kecamatan Jatinangor Sumedang.

Analisis sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Jawa Barat mencatat, selaras dengan kelembaban udara di lapisan 850-500 mb yang relatif basah antara 45-95 %, suhu muka laut wilayah Indonesia menghangat , mendukung penambahan suplai uap air ke wilayah Indonesia, termasuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,

Sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Pulau Sumatera telah timbulkan area netral point, dengan area pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi), serta belokan angin (shearline) berada di wilayah Jawa Barat, kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan disekitar wilayah konvergensi dan belokan angin itu.

Indeks labilitas sebagian wilayah Jawa Barat berada di kategori labil, sedang hingga tinggi, berpotensi tingkatkan aktivitas pertumbuhan awan konvektif skala lokal.

Terkait ini, Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, telah membuat Peringatan Dini Cuaca Ekstrem wilayah Jawa Barat yang diseminasikan tanggal 21 Februari 2024 pukul 11.30 WIB hingga pukul 16.40 WIB dengan 4 kali wilayah terdampak cuaca ekstrem / bencana Hidrometeorologi.

BMKG mengingatkan masyarakat, agar cermat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis (dampak cuaca esktrem), seperti hujan lebat hingga sangat lebat berdurasi lebih dari satu jam.

Mewaspadai cuaca ekstrim hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sore hari, utamanya disaat terjadi pemanasan kuat, antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, yang ditandai dengan jenis awan gelap menjulang tinggi seperti kembang kol yang terkadang nampak memiliki landasan di bagian puncaknya (awan jenis Cumulonimbus).

Khusus daerah bertopografi curam/bergunung atau rawan longsor, BMKG Jabar mengingatkan agar masyarakat terus mewaspadai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan terjadi beberapa hari berturut-turut.

BMKG Jabar mengingatkan masyarakat untuk intens mewaspadai angin puting beliung serta hujan es yang berpotensi timbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan kerusakan alam lainnya.( pri)