Primaya Hospital Lindungi 40 Wartawan PWI Karawang dengan BPJS Ketenagakerjaan

Program ini kolaborasi PWI Karawang dengan Primaya Hospital Karawang dan BPJS Ketenagakerjaan

News34 views
Direktur Primaya Hospital Karawang, dr. Winardi Fadilah, MMRS., AIFO-K ( baju batik berdiri di kanan ) di Aula Primaya Hospital menyerahkan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi 40 anggota PWI Karawang disaksikan kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karawang Cep Nandi Yunandar ( baju putih berdiri paling kiri ) kepada Ketua PWI Karawang Nila Kusuma ( berdiri di samping Cep Nandi) serta perwakilan anggota PWI Karawang penerima manfaat , Senin 30/8/2026/ SURYADINAMIKA/Pri

KARAWANG – SURYA DINAMIKA.NET

Direktur Primaya Hospital Karawang, dr. Winardi Fadilah, MMRS., AIFO-K di aula lantai 2 Primaya Hospital Karawang menyerahkan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk 40 jurnalis anggota Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Karawang, Senin 30/8/2026.

Program ini kolaborasi PWI Karawang dengan Primaya Hospital Karawang dan BPJS Ketenagakerjaan.

” ini kontribusi Primaya Hospital dalam memberi perlindungan kepada masyarakat, khususnya pekerja yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitasnya, ujar dr. Winardi Fadilah, MMRS., AIFO-K saat dikonfirmasi.

dr.Winardi berujar, wartawan menjadi salah satu kelompok yang dinilai membutuhkan perlindungan ketenagakerjaan mengingat aktivitas jurnalistik dilakukan yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak selalu berada dalam lingkungan kerja yang terikat perusahaan.

“ ini salah satu program kita dari BPJS Ketenagakerjaan. Kita ingin berkontribusi untuk masyarakat, salah satunya wartawan.Karenanya kita berkolaborasi dengan PWI bagaimana caranya untuk melindungi para wartawan,” ujar Winardi.

Ia menyebut, sebelum memberi perlindungan kepada 40 anggota PWI Karawang, Primaya Hospital telah pula menjalankan program serupa untuk berbagai kelompok masyarakat.

Di antaranya berkolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memberikan perlindungan kepada ratusan marbot, guru ngaji dan tokoh agama. Program perlindungan juga diberikan kepada atlet serta pengemudi ojek online di Karawang.

“untuk PWI ada 40 orang. Sebelumnya kami juga sudah melindungi ratusan orang dari berbagai kalangan,” ungkap dr.Winardi seraya mengaku mendatang
pihaknya masih berkomitmen memperluas cakupan perlindungan tersebut dengan salah satu sasarannya pengemudi ojek online, dimana sekitar 150 orang dari komunitas ini pada sebelumnya telah mendapat perlindungan.

“Kita mau tingkatkan coverage kita hingga di posisi angka 250 sampai 300. Selain itu kita masih melihat mana-mana saja yang memang berpotensi untuk bisa kita lindungi, terutama masyarakat yang memiliki risiko tinggi dan tidak ter-cover,” jelasnya.

Direktur Primaya Hospital menargetkan program perlindungan rumah sakitnya dapat menjangkau sekitar 1.000 orang di tahun ini.

Di kesempatan ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karawang, Cep Nandi Yunandar, menjelaskan bahwa perlindungan bagi peserta berlaku ketika terjadi risiko kecelakaan kerja dalam aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan.

Apabila terjadi kecelakaan, peserta dapat langsung mendatangi rumah sakit yang telah bekerja sama sebagai Fasilitas Pelayanan Kecelakaan Kerja (PLKK), termasuk Primaya Hospital Karawang.

“Kalau seandainya terjadi risiko kecelakaan, yang bersangkutan tinggal langsung datang ke Rumah Sakit Primaya. Hanya dengan memperlihatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tidak terbawa kartu Jamsostek, tinggal menunjukkan KTP, itu sudah otomatis ter-cover biaya perawatan, pengobatan sampai sembuh,”jelas Cep Nandi.

Cep Nandi menegaskan, pelayanan akibat risiko kecelakaan kerja tidak dibatasi nominal biaya tertentu selama memenuhi ketentuan dan prosedur BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk risiko ini sifatnya kita bukan klaim, tapi pelayanan. Memberikan pelayanan kepada peserta manakala terjadi risiko. Pelayanannya sampai sembuh dan tidak ada batasan biaya,” ungkapnya.

Nandi menyebut, perlindungan tersebut juga relevan bagi wartawan yang memiliki pola kerja berbeda dengan pekerja pada umumnya.

Aktivitas jurnalistik dapat berlangsung di berbagai lokasi dan waktu, sehingga perlindungan tetap berlaku selama aktivitas tersebut berkaitan dengan pekerjaan.

“ Ruang lingkup daripada risiko kecelakaan itu pada saat orang bersangkutan berangkat dari rumah, bekerja di tempat bekerja hingga beraktivitas pulang lagi ke rumah. Kalau wartawan ini kan aktivitasnya kadang mobile 24 jam. Selama itu ada kaitannya dengan pekerjaan, itu di-cover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata Cep Nandi.

Ia mencontohkan, apabila seorang wartawan tengah melakukan peliputan di wilayah lain dan mengalami kecelakaan, peserta dapat memperoleh pelayanan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan.

Menyambung pernyataannya dr. Winardi menambahkan, Primaya Hospital juga siap memberikan dukungan jikay anggota PWI mengalami kecelakaan ketika menjalankan tugas jurnalistik di luar wilayah Karawang.

“Kalau misalnya case-nya kecelakaan di Cikampek, teman-teman tinggal informasikan ke kita. Nanti kita ikuti. Jadi tidak usah khawatir di mana pun teman-teman berada, kita kan sudah kerja sama,” tegasnya.

Ketua PWI Karawang, Nila Kusuma, mengapresiasi pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Menurutnya, program itu menjadi penting bagi para wartawan kaitan tugas jurnalistik yang dilakukan.

“Pemberian kartu BPJS ketenagakerjaan hari ini merupakan momentum buat teman-teman. Sudah seminggu ini liputannya agak rawan, yaitu di tengah laut. Kita investigasi tentang kebocoran minyak. Teman-teman akhirnya lebih banyak berangkat ke Cemara Jaya dan sampai sekarang pun masih ada teman di sana,”kata Nila.

Mengingat pentingnya mengantisipasi hal yang tidak diharapkan bagi anggota PWI Karawang, Nila mengaku, manakala tawaran program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota PWI tersebut berulang disampaikan Primaya Hospital kepadanya, ia langsung menyetujui hal itu seraya meminta agar kartu BPJS Ketenagakerjaannya cepat di proses

“Saya langsung bilang, ya sudah secepatnya saja, biar pada pegang kartu BPJS Ketenagakerjaan, nempelnya lebih enak,” katanya.

Nila Kusuma berharap dengan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk PWI Karawnag tersebut dapat memberikan rasa aman bagi wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistiknya di lapangan, mengingat resiko pekerjaan jurnalistik yang tidak selalu dapat diprediksi.

Nila mengapresiasi dukungan Primaya Hospital Karawang selama kepada PWI. Termasuk saat PWI menjadi panitia kegiatan nonton bareng dalam rangka Hari Jadi Karawang.

Primaya Hospital saat itu mendukung kegiatan PWI dengan menempatkan mobil ambulans selama kegiatan berlangsung di Karangpawitan.

“Primaya adalah salah satu pihak yang mendukung kegiatan kita, bahkan mengirim ambulans. Setiap malam dikirim laporan kepada kita,” kata Nila Kusuma.

Nila menilai hubungan kerja sama antara PWI Karawang dan Primaya Hospital yang telah terbangun baik selama ini menjadi salah satu alasan kuat terjalinnya program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota PWI Kabupaten Karawang.

Menyikapi itu, Cep Nandi menekankan program tersebut bukan sekadar pemberian fasilitas, tetapi lebih merupakan bentuk kepedulian konkret dalam memberikan jaring pengaman bagi masyarakat pekerja.

“Ini salah satu bentuk kepedulian yang konkret dari Rumah Sakit Primaya kepada masyarakat pekerja ataupun komunitas, dalam hal ini PWI. Ini salah satu program strategis nasional guna meminimalisir munculnya warga masyarakat miskin baru manakala terjadi risiko,” pungkasnya.(Pri)

Komentar