100 Hari Kerja Dandim 0604 Karawang, Dua Jembatan Perintis Garuda Tuntas, Delapan Sumur Bor Dibangun, Begal, Narkoba dan OKT Diperangi

News45 views
Dandim 0604 / Karawang menggelar diskusi publik coffee morning bersama awak media dari berbagai organisasi wartawan, Selasa 11/8/2026 pagi/ SURYADINAMIKA/ pri

KARAWANG — SURYA DINAMIKA.NET

Seratus hari kinerja kepemimpinan Letkol Inf Nanda Siswanto S, Sos menjaba Komandan Kodim 0604/ Karawang mulai menunjukkan capaian konkret.

Dua Jembatan Perintis Garuda berhasil dituntaskan, delapan sumur bor dibangun, distribusi air bersih digerakkan, ketahanan pangan dikawal, hingga patroli pemberantasan begal , narkoba dan obat keras tertentu kian diperkuat.

Capaian tersebut disampaikan Letkol Nanda dalam diskusi publik coffee morning bersama insan pers asal berbagai organisasi wartawan di Aula Makodim 0604 / Karawang, Selasa (11/8/2026) pagi.

Dari rencana pembangunan empat jembatan program Presiden RI Prabowo Subiyanto melalui KASAD Jendral Maruli Simanjuntak yang menjadi target program Kodim 0604/Karawang , dua jembatan perintis Garuda diDesa Kalijati, Kecamatan Jatisari yang menjadi akses penghubung menuju Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya telah rampung diselesaikan dalam waktu 60 hari kerja, sementara dua jembatan lainnya di Kecamatan Cilamaya masih digarap pembangunannya.

“Dari empat jembatan yang ditargetkan dibangun tahun ini, dua jembatan di berlokasi di desa Kalijati kecamatan Jatisari telah kami tuntaskan dalam waktu 60 hari kerja, sementara dua jembatan lainnya di Kecamatan Cilamaya masih dalam proses penyelesaian pembangunan” jelas Nanda dengan ciri khas bicaranya yang dikenali akrab dengan insan pers.

Capaian target itu menjadi bagian dari rencana kerja Kodim 0604 / Karawang yang diarahkan langsung pada kebutuhan masyarakat, terutama membuka akses antar desa yang sebelumnya terkendala.

Tak hanya mengejar pembangunan infrastruktur, Kodim 0604/ Karawang juga serius bergerak cepat menghadapi persoalan kekeringan.

Sebanyak delapan sumur bor  dibangun pada sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Karawang. Langkah tersebut dilakukan jajaran Kodim 0604 / Karawang  di tengah musim kemarau panjang dan ancaman El Nino.

Kodim 0604 / Karawang juga mendistribusikan air bersih untuk masyarakat di wilayah kekeringan serta meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap kawasan ketahanan pangan, khususnya pada lahan sawah tadah hujan.

Selain itu, program sosial juga  diwujudkan jajaran Kodim 0604/ Karawang melalui renovasi panti asuhan di kecamatan Klari. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan arah pasti program Kodim 0604/ Karawang yang tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga menyentuh langsung persoalan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.

Letkol Nanda menegaskan, program pemberantasan begal tetap berjalan intensif melalui gugus tugas patroli begal yang dilakukan secara random sporadis  setiap pekan, terutama pada wilayah yang dinilai rawan aksi kejahatan jalanan termasuk kecamatan terluar wilayah Kabupaten Karawang.

Ia tidak mempersoalkan munculnya kritik netizen melalui media sosial terhadap keterlibatan TNI dalam program tersebut.

Nanda menegaskan, bahwa begal merupakan ancaman nyata terhadap rasa aman masyarakat.

“Kami menyatakan perang terhadap pelaku begal jalanan. Pelaku rampok jalanan sangat meresahkan masyarakat. Jangankan warga sipil, anggota kami pun pernah dirampok motornya,” tegasnya, seraya ia menyebut jika dalam waktu tiga bulan terakhir ia belum mendengar lagi ada kasus begal malam hari di Karawang. Namun, tawuran antarkelompok masih menjadi perhatian pihaknya.

Fokusnya membubarkan kerumunan – kerumunan kelompok remaja yang berkegiatan tidak jelas dan berpotensi memicu aktifitas negatif, ungkapnya.

Sementara terhadap peredaran narkotika dan obat keras tertentu, Kodim 0604/Karawang memilih memperkuat koordinasi dengan kepolisian setempat sekaligus memperketat pengawasan internal. Sikap itu berlaku tanpa pengecualian, termasuk terhadap oknum personel TNI sendiri.

“Kami tidak akan mentolerir adanya anggota yang terlibat kegiatan yang dilarang aturan perundang – undangan. Kami akan lakukan tindakan tegas terhadap pelaku indisipliner,” tegas Nanda.

Nanda menegaskan capaian tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan rencana kerja yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jembatan, penyediaan sumber air, penguatan ketahanan pangan, kegiatan sosial serta pengamanan wilayah harus berjalan beriringan.
Ia juga menempatkan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai program dan capaian institusi kepada masyarakat.

Nanda berharap komunikasi dengan insan pers tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi terus berlanjut dalam pengawalan informasi publik.

“Kami berharap silaturahmi dengan insan pers hari ini tidak berhenti sampai di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Jumat (14/8/2026), Kodim 0604/Karawang akan meresmikan Kantor Unit Intel Kodim 0604/Karawang yang baru. Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi dan berkumpul bagi insan media, ormas maupun LSM.

Pertemuan tersebut dihadiri jurnalis dari PWI, SMSI, IJTI, JTK, IWOI, IWO, MOI, AMKI serta Tim 11 Pendim 0604/Karawang.(Pri)

Komentar