
KARAWANG — SURYA DINAMIKA.NET
Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mulya Jaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 22 November 2026 mendatang mulai diwarnai sejumlah figur yang menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi. Salah satunya Rohmat Sagita (42).
Putra Cibanteng desa Mulya Jaya ini menyatakan siap maju dalam kontestasi pilkades dengan membawa pengalaman birokrasi desa, gagasan penguatan ekonomi masyarakat, serta tekad membangun desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
Bagi Rohmat Sagita, pencalonannya bukan sekadar pertarungan merebut kursi kepala desa. Lebih dari itu, arena Pilkades menjadi ruang untuk menawarkan gagasan dan menguji sejauh mana seorang bakal calon kades mampu menjawab kebutuhan masyarakat desanya.
Pengalaman bukan sesuatu yang asing bagi Rohmat Sagita. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mulya Jaya periode 2014-2019.
Posisi tersebut menjadi bekal penting baginya untuk memahami dinamika pemerintahan desa, hubungan kelembagaan, sekaligus persoalan yang dihadapi masyarakat dari dekat.
Jejak pendidikannya juga ditempuh di lingkungan Karawang. Rohmat Sagita tercatat sebagai alumni SDN Mulya Jaya 2, SLTPN 3 Rengasdengklok, dan SMK Taruna Karya 1 Karawang tahun 2003.
Kini, pengalaman tersebut hendak ia bawa ke arena Pilkades Mulya Jaya 2026.

Dengan mengusung semangat pengabdian, Rohmat mengaku ingin mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk membangun desanya sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di desanya.
Salah satu gagasan yang menjadi titik tekan pencalonannya adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurut Rohmat, Mulya Jaya memiliki modal ekonomi yang tidak kecil. Desa tersebut memiliki sekitar 215 hektare lahan sawah milik warga serta 11 hektare tanah darat.
Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara lebih produktif agar tidak berhenti sebagai potensi semata.
“Dengan anggaran dana desa hal ini yang saya ingin pangkas nantinya, birokrasi yang tidak merata,” ujar Rohmat Sagita.
Ia melihat sektor pertanian dan peternakan sebagai dua bidang yang dapat dikembangkan secara beriringan.
Kondisi lahan dan ketersediaan rumput di wilayah desa Mulya Jaya dinilai cukup potensial untuk dikembangkan menjadi basis usaha peternakan masyarakat melalui BUMDes.
“Desa kita memiliki potensi lahan pertanian dan rumput yang bagus untuk dimanfaatkan dalam usaha peternakan. Jika pada Pilkades 22 November 2026 masyarakat Cibanteng Mulya Jaya meridai dan mempercayakan saya memimpin desa ini, BUMDes akan kita kuatkan dan kita akan coba kembangkan usaha peternakan, di samping tetap memperkuat usaha pertanian masyarakat yang sudah berjalan,” ujarnya.
Bagi Rohmat, BUMDes tidak boleh sekadar menjadi lembaga administratif desa. Ia ingin BUMDes menjadi instrumen ekonomi yang benar-benar menghasilkan manfaat dan membuka ruang usaha bagi masyarakat.
Gagasan itu sekaligus menjadi bagian dari tawaran perubahan yang dibawanya dalam pencalonan.
Menawarkan Tata Kelola yang Transparan
Dalam pencalonannya sebagai bakal calon Kepala Desa Mulya Jaya, Rohmat Sagita mengusung visi:
“Mewujudkan masyarakat Mulya Jaya yang sejahtera, aman, nyaman, dan bermartabat.”
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah agenda. Pertama, mewujudkan masyarakat desa yang mandiri, maju, adil, sehat dan sejahtera melalui tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Kedua, mewujudkan desa yang aman, damai, tenteram dan religius dengan berlandaskan semangat gotong royong serta pelayanan publik yang prima.
Ketiga, mewujudkan desa yang bermartabat, berbudaya dan berdaya saing melalui pemanfaatan potensi lokal dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, misi yang ditawarkan Rohmat berfokus pada penciptaan pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai budaya dan religius.
Ia menargetkan sistem birokrasi pemerintahan desa yang lebih transparan, akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Di sektor pembangunan, Rohmat ingin mendorong pemerataan pembangunan fasilitas umum, termasuk jalan, irigasi, sarana pendidikan dan kesehatan.
Sedangkan pada sektor ekonomi, ia menawarkan pengembangan BUMDes, pemberdayaan UMKM serta penguatan ekonomi kerakyatan berbasis usaha mikro dan digital.
Tidak hanya ekonomi, Rohmat juga memasukkan aspek sosial dan budaya dalam agenda yang ditawarkannya.
Pelestarian adat istiadat, peningkatan kegiatan keagamaan, dukungan terhadap kepemudaan melalui Karang Taruna serta pengembangan olahraga menjadi bagian dari misi yang ia bawa.
Dari Pengusaha ke Arena Pengabdian
Di luar aktivitas sosial dan pemerintahan desa, Rohmat Sagita merupakan pengusaha CV Karawang Jaya Perkasa, yang bergerak di bidang penjualan kendaraan sepeda motor dengan showroom Sinar Sakti Motor.
Pengalaman di dunia usaha tersebut menjadi modal lain yang ingin ia gunakan untuk membaca peluang ekonomi desa.
Ia ingin pengalaman mengelola usaha tidak berhenti pada kepentingan bisnis pribadi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila kelak memperoleh kepercayaan warga.
Di tengah dinamika menjelang digelarnya Pilkades Mulya Jaya 22 Nopember 2026 mendatang, Rohmat Sagita lebih memilih menempatkan pencalonannya sebagai sebuah ikhtiar.
Ia menyatakan siap berkompetisi secara sehat dan menyerahkan keputusan akhir kepada masyarakat desanya.
Dengan membawa pengalaman sebagai mantan Ketua BPD, latar belakang sebagai putra daerah, pengalaman di dunia usaha serta tawaran penguatan BUMDes dan ekonomi kerakyatan, Rohmat Sagita kini memasuki arena Pilkades Mulya Jaya 2026.
Satu hal yang menjadi penegas langkahnya, ia tidak sekadar menawarkan diri sebagai calon, tetapi membawa visi tentang bagaimana potensi desa dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik.
Bersama para pendukungnya, Rohmat juga menyatakan komitmen untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas kamtibmas lembur, sehingga proses demokrasi desa dapat berlangsung aman, tertib dan bermartabat.(Pri)










Komentar