
Cikole Lembang- SURYA DINAMIKA.NET
Perbedaan nama organisasi dan warna bendera tidak lagi menjadi sekat bagi insan pers di Kabupaten Karawang.
Sebanyak 15 organisasi wartawan menyatakan satu sikap dan satu komitmen untuk memperkuat profesionalisme jurnalistik serta menjaga kualitas informasi publik di tengah gempuran arus informasi digital dan media sosial yang kian sulit dikendalikan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Jambore Jurnalis yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di kawasan wisata Kebun Pines Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2026, Jumat-Sabtu 5-6 Juni 2026,
Mengusung semangat “Jurnalis Karawang Mengabarkan, Bukan Mengaburkan“, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat persatuan insan pers Karawang dalam menghadapi tantangan besar dunia jurnalistik di era digital.
Sebelum keberangkatan menuju lokasi jambore, para peserta dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karawang Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Karawang Dian Fahrud Jaman dari Plaza Pemda Karawang.
Di tengah maraknya penyebaran informasi tanpa verifikasi, meningkatnya konten manipulatif, serta kaburnya batas antara produk jurnalistik dan opini media sosial, wartawan Karawang menegaskan komitmen untuk tetap menjadikan fakta, verifikasi, akurasi, dan kode etik sebagai fondasi utama kerja jurnalistik.
Ketua PWI Kabupaten Karawang, Nila Kusuma, menegaskan jambore bukan sekadar kegiatan kebersamaan atau rekreasi, melainkan forum konsolidasi profesi untuk menyatukan langkah seluruh organisasi wartawan dalam menjaga marwah pers.
“Perbedaan organisasi bukan alasan untuk terpecah. Kita memiliki tanggung jawab yang sama menjaga kualitas informasi publik dan mempertahankan kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dikendalikan,” tegas Nila.
Menurutnya, perkembangan platform digital telah melahirkan persaingan baru yang menuntut wartawan semakin profesional, adaptif, dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang memiliki nilai lebih dibandingkan konten media sosial yang tidak melalui proses verifikasi.
Ketua PWI Jawa Barat Ahmad Syukri atau yang akrab disapa Kang Ari mengapresiasi langkah PWI Karawang yang mampu mempertemukan belasan organisasi wartawan dalam satu forum semangat persatuan dan peningkatan kapasitas profesi.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi tidak boleh menggerus prinsip dasar jurnalistik yang menjadi pembeda utama antara pers dan media sosial.
“Pers boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi prinsip jurnalistik tidak boleh ditinggalkan. Verifikasi, akurasi, independensi, dan tanggung jawab harus tetap menjadi fondasi utama,” tegas Ahmad Syukri.
Ia juga mengingatkan pentingnya perusahaan media terdaftar di Dewan Pers agar memperoleh perlindungan dan mekanisme penyelesaian sengketa sesuai ketentuan yang berlaku.
“Daftarkan medianya ke Dewan Pers. Ketika terjadi sengketa pemberitaan, Dewan Pers dapat menjalankan fungsinya sesuai mekanisme yang ada,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Tantan, menyoroti fenomena menjamurnya akun digital dan penyebar informasi tanpa institusi media yang jelas, namun mampu membentuk opini publik secara luas.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi media arus utama yang selama ini bekerja berdasarkan standar profesi, regulasi, dan mekanisme verifikasi.
“Era digital tidak bisa dihindari. Wartawan harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku publik, termasuk melalui konten visual dan video pendek. Namun kualitas jurnalistik harus tetap menjadi pembeda utama dari media sosial,” tegas Tantan.
Ia menambahkan, perusahaan pers juga harus memperkuat platform digital dan media sosialnya agar tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Dukungan terhadap penguatan ekosistem pers juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang, Poltak Lumban Toruan.
Menurutnya, pemerintah daerah dan insan pers memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
“Jurnalis Karawang mengabarkan, bukan mengaburkan. Pemerintah akan terus mendukung kerja jurnalistik yang profesional, independen, dan bertanggung jawab,” ujar Poltak.
Selain menjadi ruang konsolidasi profesi, Jambore Jurnalis HPN Karawang 2026 juga diisi berbagai kegiatan kebersamaan, lomba, permainan, kuis, serta program penguatan solidaritas antarorganisasi wartawan.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Brits Hotel Karawang yang menyediakan voucher menginap gratis bagi peserta yang beruntung.
Melalui Jambore Jurnalis HPN 2026, insan pers Karawang mengirim pesan tegas kepada publik bahwa di tengah perbedaan organisasi dan identitas kelembagaan, wartawan tetap berdiri dalam satu barisan.
Bersatu menjaga integritas profesi, melawan disinformasi, mempertahankan kredibilitas media, dan menjadi benteng terakhir penyebaran informasi yang akurat di tengah gelombang informasi liar yang terus membanjiri ruang digital Indonesia.











Komentar