Bamboo Sweet Cerita Manis Penyelamatan Miliaran Rupiah dari Field Subang

Berita275 views
Stasiun Pengumpul Bambu Besar Regional 2 Zona 7 Pertamina EP di Ciranggon Majalaya Karawang

Karawang, Suryadinamika.net – Jika kita melintasi jalan raya Syech Quro dari Johar mengarah ke Kecamatan Telagasari Karawang, mungkin tak pernah terbayangkan di benak kita pada sebelumnya, betapa di tengah hamparan sawah milik masyarakat Desa Ciranggon Kecamatan Majalaya dan masyarakat Kelurahan Plawad Kecamatan Karawang Timur nampak berdiri kokoh instalasi minyak dan gas (migas) yang menjadi tumpuan energi negeri ini. Stasiun Pengumpul (SP) Bambu Besar (BBS) adalah salah satu sumber energi penting milik Pertamina EP Zona 7 yang setiap waktu nampak menyemburkan lidah api di cerobong flare pembuangan gas miliknya.

Lokasi SP Bambu Besar Zona 7 milik Pertamina EP ditemukan pertama kali pada tahun 2009 dan mengawali produksinya tahun 2013. SP Bambu Besar memiliki 22 sumur migas dari 178 sumur Subang Field.

Dari tempat ini, terlahir kisah inspiratif, tentang Tim kecil bernama PCP Bamboo Sweet yang telah sukses mengubah keterbatasan tekhnis menjadi peluang besar.  Berkat kerja kerasnya yang didukung oleh segudang ide pengetahuan cemerlang menapaki jejak langkah pengalaman sebelumnya. Perusahaan kini menikmati tambahan revenue 2,52 mmscfd atau Rp 91 miliar per tahun.

SP BBS Regional 2 Zona 7 menjadi back bone “tulang punggung Field Subang. Lebih 40 persen produksi migas field Subang berasal dari sini. Produksi hariannya mencapai 2.141 barel minyak per hari Bopd dan 19 MMscfd gas.

Namun dari kebanggaan itu, terselip masalah serius yang harus dapat diatasi dengan sesegera mungkin , akibat fasilitas pemisah gas bertekanan tinggi atau HP Separation System yang hanya mampu menampung gas Non Asso 350 blpd dan 6 mmscfd saja hingga menjadikan flow gas Asso tak lagi bisa ditingkatkan untuk menambah sales. Situasi ini berdampak serius terhadap tidak safetynya aspek pengoperasian peralatan. Kondisi terjadi ini sangat berbeda dengan keadaan tahun 2019, dimana kala itu produksi gas melonjak signifikan mencapai 13 mmscfd.

Kita bisa bayangkan, ketika sebuah gelas kecil dipaksa untuk menampung air bervolume dua kali lipat. Hasilnya tentu sudah bisa diprediksi, sistemnya akan bekerja di luar batas aman dan penjualan gasnya menjadi tersendat dengan risiko kecelakaan yang terus mengintai. Bahkan terlebih membahayakan jika situasi tidak segera dapat ditanggulangi, dari dampak tidak bisa disalurkannya gas kepada konsumen, perusahaan terancam kehilangan Rp 72 miliar per tahun.

“Setiap kali melihat angka produksi, pikiran kami galau. Produksinya naik, namun sistemnya tak mampu menampung, bagai memiliki bongkahan emas namun tak bisa dijual,” ujar Pak Ratno Tri Prima Wahyudi Ketua Tim Bamboo Sweet.

Pak Ratno menegaskan, demi sebuah solusi pasti, dia beserta Tim yang dipimpinnya harus segera bertindak cepat dan pasti untuk bisa menentukan dua pilihan dari masalah besar, menunggu proyek investasi baru ataukah mencari solusi cerdas memaksimalkan potensi sumber daya dimiliki.

Tim Bamboo Sweet akhirnya tegas akhirnya memilih alternatif kedua. Alih-alih meminta miliaran rupiah untuk membeli peralatan baru, mereka lebih menengok ke lapangan lain di field Subang. Disini, ada sejumlah asset idle peralatan lama yang tidak lagi digunakan, seperti separator dan scrubber. Benda-benda itu bagi sementara orang hanya dipandang sebagai barang bekas yang tak lagi bernilai ekonomis.

Namun bagi Tim Bamboo Sweet, itu adalah peluang emas. Merekapun kemudian merancang ide demi bisa memanfaatkan asset idle itu.

Dengan sedikit modifikasi, peralatan itu bisa dijadikan tambahan fasilitas HP Separation System di SP. BBS. Ide sederhana,namun luar biasa dampak positifnya.

Tim Bamboo Sweet mengobarkan semangat kerja Keras dibalut Inovasi cerdas , menstimulant proses upgrading yang tak bisa dilakukan secara asal asalan. Sejak mulai site survey, desain teknik, pembangunan sipil, hingga pemasangan pipa dan instrumen, kesemuanya dijalankan dengan disiplin kerja tinggi penuh tanggung jawab.

Setelahnya melalui perjuangan pelik berbekal semangat koordinasi solid terarah, Tim Bamboo Sweet berhasil menuntaskan jadwal pekerjaannya lebih awal dari rencana semula.

Pekerjaan upgrading itu diselesaikannya hanya dalam tempo 7 bulan. Percepatan waktu ini ,dua bulan lebih awal dari target tanggal ditentukan.  Penuntasan proyek seperti ini, lazimnya dilakukan dalam tempo lebih dari setahun.

Tanggal 30 Agustus 2022, HP Separation System baru resmi beroperasi. Kapasitasnya melonjak dari 6 mmscfd menjadi 15,5 mmscfd. Aliran gas yang awalnya tertahan, kini mengalir lancar ke jaringan konsumen gas di Jawa Barat.

Hasil yang manis dampak positif langsung terasa. Gas sales meningkat, dari 13 mmscfd menjadi 15,5mmscfd atau naik 2,52 mmscfd. Angka ini mungkin terdengar teknis, namun jika dikonversi, nilainya adalah setara dengan Rp 91 miliar per tahun revenue tambahan bagi perusahaan.

Lebih dari sekadar angka, ada banyak manfaat lain yang didapat. Selain meningkatkan keselamatan kerja, fasilitas tak lagi dipaksa bekerja melebihi kapasitas. Tambahan suplai telah menjadikan pasokan gas lebih stabil dan meningkatkan moral pekerja. Survei internal menunjukkan produktivitas melonjak, dengan skor semangat kerja 4,5 dari 5.

General Manager Zona 7, Afwan Daroni, saat itu juga spontan mengapresiasi capaian kinerja luar biasa Tim tangguh PCP Bamboo Sweet yang telah berjuang berlandaskan semangat dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Dalam keterbatasan situasi, dengan semangat perjuangan bersama bisa diubah menjadi peluang besar.

Keberadaan Tim tangguh PCP Bamboo Sweet tak hanya menjadi pahlawan penyelamat potensi kerugian milyaran rupiah. Dari perjuangan mereka telah menghadirkan nilai tambah yang sangat besar bagi perusahaan.

Cerita Bamboo Sweet bukan hanya menjadi milik dari Field Subang semata. Model pemanfaatan asset idle ini sangat berpotensi untuk direplikasi di lapangan – lapangan migas lainnya.  Dengan cara ini, perusahaan bisa hemat biaya, menambah pendapatan, sekaligus menjaga lingkungan.

Dengan kapasitas barunya, gas tidak lagi dibuang percuma melalui pembakaran ( gas flare). Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Inovasi Tim Bamboo Sweet tak hanya bicara soal bisnis semata, namun terpenting adalah soal keberlanjutan.

Bagi Tim Bamboo Sweet sukses diraihnya bukan semata cuma soal alat dan sistem. Namun ini kisah tentang manusia yang berani berpikir beda. Tentang bagaimana kreativitas dan kerja sama bisa mengubah “barang bekas” menjadi mesin uang miliaran rupiah.

Nama “Bamboo Sweet” dipilih penuh makna. “Kami ingin menunjukkan, dari Lapangan SP Bambu Besar ini bisa melahirkan sesuatu yang manis. Masalah besar berubah menjadi cerita manis asalkan kita mau mencari jalannya,” ungkap anggota Tim Bamboo Sweet” menyampaikan kebanggaannya.

Manisnya perjuangan Tim Bamboo Sweet, kini sangat dirasakan oleh banyak orang. Perusahaan kini dapat mengantongi untung lebih, pekerjanya lebih semangat, konsumen lebih puas, dan lingkungan lebih terlindungi.

Kisah perjuangan Tim Bamboo Sweet mengajarkan kepada kita semua, bahwa inovasi itu tidak selalu terlahir dari sebuah laboratorium canggih berdana besar. Inovasi itu terkadang lahir dari sebuah keterbatasan yang didasari oleh keberanian diri untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.

PCP Bamboo Sweet adalah fakta, di tengah tekanan, kreativitas itu muncul. Bahwa di balik angka-angka teknis, selalu ada kisah manusia pekerja keras yang senantiasa optimis dengan keyakinannya, bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi.

Bagi Field Subang, Tim Bamboo Sweet adalah cerita manis yang akan selalu dikenang. Dan bagi Indonesia, ini adalah fakta, bahwa energi masa depan bisa terlahir dari semangat inovasi anak negeri. (Supriatno)

Komentar