Kapan Hari Lebaran Iedul Fitri 1445 H ?

Berita422 views
Gambar : illustrasi dari google.

SDM – Hari Lebaran Iedul Fitri sudah semakin mendekat. Sebagian keluarga ummat Islam sudah bergegas mempersiapkan segalanya untuk hari raya yang selalu ditunggu-tunggu, dari persiapan tunaikan zakat fitrah, pakaian baru, bersih-bersih rumah, makanan dan minuman, hingga persiapan bagi-bagi amplop sedekah.

Tapi, soal kepastian kapan pelaksanaan hari raya Iedul Fitri, masih menjadi penantian. Sementara, untuk menentukan kapan pelaksanaan Iedul Fitri, dilakukan melalui dua metode (cara), yaitu dengan hisab dan rukyat.

Hisab, yaitu menentukan tanggal 1 Syawal dengan menggunakan ilmu Falak, yaitu ilmu yang mempelajari tentang pergerakan benda-benda langit. Sedangkan rukyat, menentukan tanggal 1 Syawal dengan melihat bulan.

Muhammadiyah, telah menentukan terlebih dahulu, hari dan tanggal pelaksanaan Iedul Fitri 1445 H.jatuh pada hari Rabu tanggal 10 April 2024, karena Muhammadiyah menentukan bulan baru dengan metode hisab.

Keputusan tersebut dimuat dalam Maklumat PP Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 berdasarkan hasil hisab wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Terdapat tiga poin hasil penetapan mengenai hari pertama bulan Syawal 1445 Hijriah. Berikut poin-poinnya:
Pada 29 Ramadan 1445 H bertepatan dengan 8 April 2024. Ijtimak jelang Syawal belum terjadi. Ijtimak terjadi pada 30 Ramadan 1445 H yang bertepatan dengan 9 April 2024.

Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di tanggal 9 April melalui pemantauan wilayah Yogyakarta menunjukkan bahwa hilal sudah wujud.

Di wilayah Indonesia tanggal 1 Syawal 1445 H jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024.

Dari hasil hisab tersebut, Muhammadiyah memutuskan bahwa 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 2024 jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Sementara itu, untuk hari terakhir Ramadan bertepatan pada Selasa, 9 April 2024.

Sedangkan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) belum memutuskan kapan pastinya tanggal 1 Syawal 1445 H. NU akan memutuskan 1 Syawal melalui proses melihat bulan (ru’yatul hilal).

Metode rukyatul hilal merupakan sebuah cara untuk merukyat atau mengamati hilal secara langsung sebelum matahari terbenam. Ketika hilal atau bulan sabit tidak terlihat maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Diketahui, hari ke-29 Ramadan jatuh pada tanggal 9 April 2024. Maka itu, diperkirakan 1 Syawal versi NU jatuh pada Rabu, 10 April 2024 atau Kamis, 11 April 2024.

Versi Pemerintah.

Pemerintah (cq Kementrian Agama) pada tanggal 29 Ramadhan akan menggelar sidang isbath yang melibatkan seluruh organisasi Islam di Indonesia, beserta lembaga atau badan terkait, untuk menentukan tanggal 1 Syawal, dengan memperhatikan hasil ahli hisab dan hasil ru’yatul hilal.

Pemerintah akan mempertimbangkan hasil hisab posisi hilal dengan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS). Kriteria tinggi hilal saat matahari terbenam minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terbaru Nomor 236 Nomor 1 Nomor 2 tahun 2024, 1 Syawal jatuh pada Rabu 11 April 2024 atau Kamis 11 April 2024.(*)

Komentar