
Karawang,|SDM|Hari raya idul fitri 1445 H. atau Lebaran tinggal menghitung hari, dimana hari raya idul Fitri adalah hari raya yang ditunggu-tunggu oleh sebagian umat muslim untuk saling ber ma’af-ma’afan
Sesuai dalam hadisnya ” Tidaklah dua pribadi muslim yang bertemu, lantas saling bersalaman, kecuali dosa keduanya diampuni oleh Allah SWT sebelum mereka berpisah. ” (HR. at-Tirmidzi).
Meski dalam hadits tersebut tidak disebutkan secara spesifik bahwa saling memaafkan tidak harus dilakukan selama momen Idul Fitri. Akan tetapi jika mengingat bahwa banyak orang yang hanya memiliki kesempatan untuk bertemu keluarga dan sanak saudara di Hari Raya Idul Fitri, maka tentu saja sangat dianjurkan untuk saling memaafkan di Hari Raya idul Fitri tersebut meskipun terkadang hanya di sosial media dikarenakan situasional.
Terkadang kata ma’af atau memaafkan tidaklah semudah membalikan telapak tangan dan terkadang juga niat minta ma’at selalu tak terbalaskan seperti salah satu contoh ketika beberapa anggota awak media sebut saja ‘M’ mengucapkan salam dan ‘U’ mengirim ucapan selamat idul Fitri “terkadang tak sedikit oknum pejabat pemerintahan atau kepala desa tak menjawab salam atau ucapan balik tersebut. mungkin di kira seakan mau meminta THR sa’at hari raya atau saat ada turunnya Dana Desa (DD) atau Dana Bagi Hasil (DBH)” ucapnya.
Sebagai pejabat pemerintah seharusnya tak perlu risih sa’at ada beberapa awak media di hari raya mengucapkan salam atau ucapan minta ma’af jika didalam kinerjanya kurang bersih.
“Kalau bersih kenapa harus risih”. mungkin itu kata yang tepat buat para pejabat di kala ada beberapa awak media yang selalu menghubungi nya. Karena pejabat yang bersih selalu ontime kapanpun dan dimanapun dan selalu mampu melayani serta mengayomi semua lapisan masyarakat baik dari tingkat bawah menengah maupun tingkat atas. (Uhe).


















Komentar