
BANDUNG – SURYA DINAMIKA.NET
Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat yang digelar di Hotel Horison Ultima Bandung, 12 –13 Agustus 2026, menetapkan Tantan Sulthon Bukhawan sebagai Ketua PWI Jawa Barat masa bakti 2026–2031.
Dalam pemilihan tersebut, Tantan meraih 444 suara atau 63,52 persen dari 699 surat suara masuk. Sementara rivalnya, Hardiyansyah alias Kang Andi, hanya memperoleh 247 suara atau 35,75 persen.
Panitia mencatat 6 surat suara tidak sah (0,86 persen) dan 2 pemilih abstain (0,29 persen). Dengan demikian, Tantan mengunci kemenangan dengan selisih 197 suara atas kompetitornya.
Selain menetapkan ketua, Konferprov PWI Jabar juga menunjuk Olan Sibarani sebagai Ketua Dewan Kehormatan.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi mandat bagi Tantan untuk merealisasikan konsep “PWI Jabar Istimewa” yang ditawarkan selama masa pencalonan.
Konsep itu diarahkan untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi, melindungi profesi, mendorong kesejahteraan wartawan, serta mempercepat adaptasi teknologi.
Tantan membawa visi PWI Jabar sebagai organisasi pers yang kuat, profesional, terlindungi, sejahtera dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penguatan organisasi PWI di tingkat kabupaten/kota juga menjadi salah satu prioritas kepemimpinannya.
Tantan menegaskan kemenangan dalam Konferprov bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh insan pers Jawa Barat.
“Konferprov telah usai, momentum ini harus kita jadikan pijakan bersama untuk menggerakkan dan membesarkan organisasi. Kita adalah satu keluarga besar PWI Jawa Barat,” kata Tantan.
Ia juga langsung menyerukan rekonsiliasi pascakontestasi. Seluruh anggota PWI Jabar, termasuk pendukung kubu rival, diminta kembali bersatu untuk membangun organisasi.
Tantan membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pihak yang sebelumnya berada dalam kubu berbeda.
“Kami membuka ruang kolaborasi bagi Pak Olan, Ahmad Sukri, Kang Ari serta seluruh jajaran untuk bahu membahu membangun tim PWI Jawa Barat yang solid, responsif, dan profesional,” tegasnya.
Langkah konsolidasi tersebut mendapat dukungan dari jajaran PWI Pusat yang hadir mengawal jalannya Konferprov. Seluruh jajaran PWI Jawa Barat didorong menerima hasil pemilihan secara dewasa dan menghentikan sekat-sekat faksionalisme.
Pasca Konferprov, PWI Jawa Barat dituntut tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan. Agenda strategis organisasi harus segera diarahkan pada percepatan edukasi dan sertifikasi kompetensi wartawan, penguatan pengawasan terhadap kepatuhan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta menjaga independensi dan integritas pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Profesi wartawan tidak sekadar menghasilkan berita. Wartawan memiliki tanggung jawab menjaga fakta, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, serta memastikan regenerasi insan pers memiliki ruang untuk belajar dan berkembang.
Konferprov PWI Jawa Barat 2026 dilaksanakan dengan berpedoman pada Keputusan PWI Pusat Nomor 826/PWI-P/LXXX/VIII/2026 dan Surat Pengantar DPS No. 849/PWI-P/LXXX/VIII/2026.(Pri)











Komentar