Karawang,|SURYADINAMIKA.net|Human Trafficking merupakan sebuah kejahatan yang sangat sulit diberantas dan disebut-sebut oleh masyarakat internasional sebagai bentuk perbudakan masa kini dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Kejahatan ini terus menerus berlangsung dan berkembang secara nasional maupun internasional.
Kejadian naas dialami seorang perempuan bernama Rokayah alias Oyah, beralamat di Dusun Pasir Kukun Desa Sukamulya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang JABAR.
Baru baru ini terendus dari mantan suaminya inisila A alias K, yang menduga mantan istrinya itu telah menjadi korban praktik Human Trafficking oleh oknum agen penyalur TKIĀ inisial OG yang diketahui beralamat di wilayah Tempuran.
A alias KĀ mengatakan, walau statusnya mantan, tapi kalau ada permasalahan, selalu diberi tau. Seperti halnya kasus yang dialami sekarang ini.
“Walaupun sudah mantan, tapi kalau ada permasalahan, saya selalu diberi tahu,Ā termasuk persoalan yang dialaminya sekarang. Tepatnya dua hari yang lalu, ia memberitahu saya melalui WA ingin dipulangkan ke Indonesia, karena ditempatkan di Suriah, yang situasi nya sedang perang,” tutur A/K. (4/4/2023.)
“Tolong saya pulangkan ke Indo dan minta pertanggung jawaban sponsor OG untuk mengusahakan saya pulang”, imbuh A/ K, menirunkan ucapan Oyah.
Dituturkan oleh A/ K, bahwa Oyah mantan istrinya, sudah dua tahun bekerja di luar negeri tanpa kabar apalagi mengirim uang untuk keluarga. Awal bekerja di Abudabi, lalu dipindahkan oleh Agen di sana ke Suriyah, sudah sembilan bulan berada disana.
Pasal 73 Undang Undang No 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, berbunyi :
Kepulangan TKI terjadi karena:
berakhirnya masa perjanjian kerja, pemutusan hubungan kerja sebelum masa perjanjian kerja berakhir, terjadi perang, bencana alam, atau wabah penyakit di negara tujuan, mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan tidak bisa menjalankan pekerjaannya lagi, meninggal dunia di negara tujuan;
cuti, atau dideportasi oleh pemerintah setempat.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak sponsor OG asal Tempuran belum bisa mengklarifikasi terkait hal di atas, karena ketika didatangi awak media, tidak ada di tempat. (JSB)









