Karawang,|SDM|Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) Kabupaten Karawang Jawa Barat di Hotel Mercure, Kecamatan Teluk Jambe Timur, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat Kabupaten Karawang, menyertakan sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah dan organisasi mitra pembangunan wilayah setempat, Kamis ( 18/4/2024) siang.
Dikonfirmasi SuryaDinamika.net soal ini, Kepala Bappeda Karawang M.Ridwan Salam menjelaskan, Musrenbang tingkat Kabupaten Karawang digelar untuk menyiapkan agenda RPJPD 20 tahun ke depan dari RPJPD yang ada sekarang dan akan berakhir tahun 2025 mendatang.
” agenda hari ini, untuk menyiapkan rencana strategis pemerintah Karawang tahun 2025-2045, menyoal reformasi birokrasi dan capaian target RPJMD tahun ke empat, ujar Ridwan Salam.
” secara Makro, agendanya menyoal Indeks Prestasi Manusia ( IPM) dan penanganan kemiskinan, untuk hal detailnya ada di RKP nya Dinas / instansi, kami Bappeda hanya memberi arahan secara Makro terhadap setiap instansi, terang Ridwan Salam.
Termasuk soal sampah yang tengah krusial hingga menyita perhatian khusus pemerintah Karawang, kata Ridwan Salam, Bappeda akan mendampingi Dinas Lingkungan Hidup guna formula penanganannya.
Juga soal pembangunan infrastruktur jalan di Karawang yang baru sekira 80 persen dan destinasi desa wisata serta spot wisata laut, Bappeda Karawang akan mengawal ini, pungkas Ridwan Salam.

Sementara Bupati Karawang Aep Syaepulloh mengaku, pihaknya serius dalam pembangunan infrastruktur jalan, gedung dan jembatan di Karawang.
Salah satunya melanjutkan perapihan jalan di sekitar Vihara Dharma Prasada Hiap Thian Kiong Jalan Ir.Juanda hingga jalan Tuparev Karawang.
” Dananya pake duit CSR, kata Bupati Aep.
Di kegiatan ini, Asisten Pembangunan Pemda Karawang Eka Sanatha mengaku, Indeks Pembangunan Manusia Kabupatennya sekarang menempati peringkat ke 3 di Jawa Barat, dan ada dibawah Bekasi, tertinggi Kota Depok dan Banjar, ungkapnya.
” seiring RPJP Bupati, untuk 20 tahun ke depan, diharapkan peringkatnya bisa naik, harap Eka.
Eka mengaku, berbanding laju migrasi pendatang usia produktif memasuki Kabupatennya, angka kemiskinan Kabupatennya kini turun drastis,katanya.
Seiring Tag line Kabupaten Karawang, Maju unggul dan Berkelanjutan, Karawang kini memiliki 3 Perguruan Tinggi Negeri ( PTN), yaitu Universitas Singaperbangsa Karawang , Politeknik Perikanan dan Kelautan dan Politeknik Kesehatan.
Kabupaten Karawang, juga memiliki 3 Rumah Sakit Umum Daerah yakni RSUD Karawang, RSU.Paru Jatisari dan RSUD Rengasdengklok.
Untuk penanganan stunting, pemerintah Karawang bekerja sama dengan Baznas dalam menggalang dana umat, sebut Eka.
“Bumi ini bukan milik kita, namun miliknya anak dan cucu kita, untuk itu, pemerintah Kabupaten Karawang menjadikan kawasan Karawang selatan sebagai kawasan hijau dan kawasan resapan air, ungkap Eka, seraya berujar, pemerintahnya akan menyelesaikan soal batas Desa Kutamaneuh dan Desa Sukasari yang menurutnya kini masuk ke teritorial Kabupaten Purwakarta.
Kabupaten Karawang menyiapkan Kawasan pegunungan Sanggabuana menjadi kawasan konservasi alam.
Melalui kegiatan ini, bidang Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Madya DBMPR Propinsi Jabar, Muhammad Jusak berujar, kerusakan jalan di wilayah Jawa Barat, didominasi oleh kelakuan pengguna jalan yang tidak mengindahkan bobot muatan angkutan kendaraan dengan kondisi jalan disiapkan pemerintah.
Sejumlah ruas jalan propinsi di wilayah Kabupaten Karawang bakal diperbaiki BMPR Jabar tahun ini, diantaranya ruas jalan Badami – Loji, ruas jalan Tanjung pura Dengklok , juga ruas jalan Telagasari – Cilamaya.
Ditempat yang sama, Rektor Universitas Buana Perjuangan ( UBP) Prof Dedi Mulyadi UBP di berujar, menyoal tata kelola pemerintahan yang baik, infrastruktur yang baik dan pembangunan berkelanjutan, pejabat Karawang agar tidak menjadi bangga sesaat dengan penghargaan diterimanya.
Ditegaskan Dedi, karakteristik pembangunan infrastruktur berkelanjutan, penting memperhatikan keterjangkauan, efisiensi dan keterhubungan antar sektor, memperhatikan pendidikan, kesehatan dan layanan publik.
Perlakuan berbeda terjadi pada struktur Kabupaten Karawang di bagian selatan dan Karawang belahan utara, ujar Dedi Mulyadi.
Tekhnologi modern inovatif, untuk efisiensi pembangunan yang baik. Dalam membangun infrastruktur, tidak boleh bertentangan dengan soal lingkungan.
Kendala terjadi, belum terstrukturnya kerjasama baik antara instansi Bina Marga dengan PDAM, Telkom dan PLN pada perencanaan pembangunan infrastruktur jalan, dimana kerap nampak terjadi bongkar pasang infrastruktur jalan.
Dedi tegaskan, pembangunan infrastruktur tidak dengan cara membabi buta, namun penting memperhatikan lingkungan hidup, ujarnya.
Pedestarian trotoar pejalan kaki, adalah hal penting agar diperhatikan pemerintah ketika membangun infrastruktur jalan ,ujar Dedi, sembari membandingkan kondisi
jalan Kalimalang Bekasi dengan infrastruktur jalan di Kabupaten Karawang.
” diusulkan ruas jalan di bantaran irigasi jalur Rengas Dengklok – Jatisari kiranya dapat menjadi ruas jalan alternatif, pungkas Dedi Mulyadi.
Hadir menjadi pembicara kegiatan ini, Analis Kebijakan Ahli Madya Setda Propinsi Jawa Barat, Iwan Kurniawan SSTP, MAP, Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Madya Dinas Bina Marga Penataan Ruang ( DBMPR) Propinsi Jawa Barat , Muhammad Jusak ST.MT, Rektor Universitas Buana Perjuangan ( UBP ) Prof.Dr.H.Dedi Mulyadi,SE,MM, Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II Kementrian Dalam Negeri ,Drs.Bob Ronal F.Sagala MSi, Irban II Inspektorat Daerah Jawa Barat Evi Juliawati SIP, MSi , serta Asisten Daerah bidang Pembangunan Pemda Karawang Dr.Eka Sanatha MSI. ( pri)


















Komentar