
Karawang – SURYADINAMIKA.NET –Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan infrastruktur pendidikan dengan memulai pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) di Kampus 2, pada Selasa 30 Juni 2026.
Proyek senilai Rp25,084 miliar tersebut diproyeksikan menjadi pengungkit peningkatan kapasitas akademik sekaligus memperkuat posisi UNSIKA sebagai perguruan tinggi negeri unggulan di Karawang.
Pembangunan diawali dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai penanda dimulainya pekerjaan konstruksi gedung tiga lantai seluas 3.780 meter persegi.
Gedung itu akan menampung ruang kelas bersama, auditorium, aula, serta ruang kegiatan mahasiswa yang mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Proyek dibiayai melalui anggaran Badan Layanan Umum (BLU) dengan pagu Rp31,355 miliar.
Melalui proses tender, nilai kontrak berhasil ditekan menjadi Rp 25,084 miliar sehingga menghasilkan efisiensi anggaran sebesar Rp 6,271 miliar tanpa mengurangi target kualitas pembangunan.
Pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada KSO PT Bangun Nusa Raya bersama konsultan perencana PT Reka Graha Indah Abadi.
Proyek ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender atau pada Desember 2026, kemudian memasuki masa pemeliharaan selama 180 hari sebelum serah terima akhir.
Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., mengatakan pembangunan GSG merupakan realisasi Detailed Engineering Design (DED) yang telah disusun sejak 2019 dan menjadi kelanjutan program pengembangan kampus yang telah direncanakan pimpinan sebelumnya.
“Kami melanjutkan rencana yang telah disusun pimpinan sebelumnya. Kini saatnya pengembangan Kampus 2 diwujudkan agar mampu menjawab kebutuhan ruang belajar dan aktivitas akademik yang terus meningkat,” ujarnya.
Menurut Prof. Ade, keberadaan GSG akan mengurangi beban aktivitas di Kampus 1 melalui pemerataan kegiatan akademik ke Kampus 2.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar menambah gedung, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Karawang.
“UNSIKA adalah wajah Kabupaten Karawang. Kami ingin Kampus 2 berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi yang modern, representatif, dan mampu melayani mahasiswa dari Karawang, Jawa Barat, berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara,” tegasnya.
Wakil Bupati Karawang, Maslani, menyatakan pembangunan GSG menjadi momentum penting bagi kemajuan dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah, kata dia, mendukung setiap upaya peningkatan sarana pendidikan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Maslani, keberadaan gedung baru diharapkan melahirkan berbagai inovasi, riset, dan pemikiran akademik yang mampu memberikan solusi atas persoalan pembangunan daerah maupun nasional.
“Kami berharap gedung ini menjadi pusat lahirnya gagasan besar, inovasi, dan solusi bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan harus dilaksanakan secara profesional, menjaga kualitas pekerjaan, serta diselesaikan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan sivitas akademika dan masyarakat luas,” tegasnya.(Pri)














Komentar