Faktor Teknis Menjadi Alasan PUPR Gagal Capai Target Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Karawang Tahun 2024

SURYADINAMIKA.net, Karawang-Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur Pemkab Karawang Tahun Anggaran 2024 mangkrak, tak sesuai target waktu kontrak.

Komisi III DPRD Kabupaten Karawang selaku pengawas anggaran pembangunan Kabupaten Karawang sangat menyesalkan peristiwa ini dan menyebut segera memanggil pihak terkait.

Dikonfirmasi SuryaDinamika.net kaitan ini, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Kabupaten Karawang Tri Winarno menuturkan, alasan krusial penghambat target percepatan penyelesaian proyek infrastruktur jembatan oleh penyedia jasa rekanan Dinas PUPR Kabupaten Karawang adalah faktor tekhnis, contohnya, penuntasan proyek penggantian jembatan Cilebar sepanjang 48 meter dengan lebar badan jembatan 8 meter bernilai kontrak 10,4 milliar rupiah yang dikerjakan CV. Sudut Siku yang oleh PUPR Kabupaten Karawang telah diperpanjang masa kontraknya hingga tanggal 13 Februari 2025.

“awalnya 72 titik pancang jembatan Cilebar itu kedalamannya 12 meter. seiring peristiwa alam terjadi, dan untuk dapat menemukan tanah pondasi yang bagus, pancang jembatan kemudian dirubah menjadi 36 meter dan membutuhkan penambahan waktu kerja agar dapat menyelesaikan secara baik bagian pondasi jembatan. Untuk ini konsultan pelaksana telah melakukan sondir, dan pelaksana proyek setempat akan menyesuaikan pekerjaannya mengikuti spesifikasi dan dia tidak akan berhenti bekerja sebelum ketemu itu, kata Tri Winarno dikantornya, Kamis ,30 Januari 2025 siang.

Mulyadi , anggota Komisi III DPRD Karawang

Tri menyebut, kaitannya dengan pekerjaan perubahan kedalaman tiang pancang dikatakannya, masih ada sisa tender /lelang dari tambah kurang itu sekira 800 juta rupiah, atau maksimal 10 persen dari nilai kontrak untuk perbaikan.

“walau secara visual tidak terlalu nampak ,namun progres, jembatan ini telah sesuai kontrak, jelasnya.

Menanggapi tudingan miring dari sementara orang yang menyebut Dinas PUPR Karawang telah membayar proyek jembatan Cilebar 90,4 persen dan tidak sesuai progres, hal itu spontan dibantah Tri Winarno.

” tidak benar itu, Dinas PUPR Karawang membayar proyek sesuai capaian pekerjaan. Halnya dengan proyek jembatan Cilebar, setelah satu setengah bulan program, telah dua kali kami lakukan Contract Change Order ( CCO ) setelahnya satu setengah bulan program ,ungkapnya.

Masih dikatakan Tri Winarno, halnya dengan ruas jalan Cilebar – Betok mati yang dikerjakan oleh CV.Karunia Tulus Abadi lalu diputus kontrak oleh PUPR Karawang, menurutnya dalam waktu dekat setelah Dinas PUPR menghitung kebutuhannya segera ditender ulang.

“Total proyek ruas jalan Cilebar – Betok Mati 1,5 Km, dan yang separuhnya telah dikerjakan, sisanya sekira 630 meter lagi, kata Tri Winarno.

Menjawab pertanyaan SuryaDinamika.net karena soal apa proyek jalan itu diputus kontraknya, Tri Winarno memprediksi itu erat kaitannya dengan modal kantong penyedia jasa konstruksi bersangkutan, ujarnya.

Proyek jalan Cilebar – Betok Mati ditender melalui mekanisme LPSE. Sesuai persyaratan administrasi, CV.Karunia Tulus Abadi memenuhi kriteria peserta tender, kata Tri.

Dikatakannya, menyoal pekerjaan CV.Karunia Tulus Abadi, Dinas PUPR Karawang menyebut pihaknya telah tiga kali memanggil penyedia jasa konstruksi proyek jalan Cilebar – Betok Mati.
” masalahnya kalau pekerjaan itu diputus di section dua khawatir tidak sesuai fungsi, karena pembayaran itu harus sesuai fungsi, sambung Tri kemudian.

Saat disinggung soal ruas jalan Telagasari – Tempuran yang ditengahnya ada terdapat tiang pancang listrik, Tri Winarno menyebut jika dari pihaknya telah mengkomunikasikannya dengan PLN, karena di rencana anggaran biayanya tidak ada anggaran untuk memindahkan tiang pancang PLN, pungkasnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang mengaku, sepanjang kalender tahun 2024 pihaknya telah merevitalisasi pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Karawang sepanjang 80 Km, katanya.

Menyikapi ini, anggota Komisi III DPRD Karawang Partai NasDem ,Mulyadi mengaku pada pekan kemarin pihaknya telah mengundang Dinas PUPR Karawang namun tidak datang ,sebutnya.
” saya kemarin sudah agendakan RDP dengan PUPR tapi Dinas PUPRnya tidak hadir dan kita agendakan untuk panggil ulang, pungkas Mulyadi via chat WA nomor ponselnya .( Pri )

Komentar

Jangan Lewatkan