Purwakarta,|SDM|PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS), menyiapkan jalur fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan Segmen Sadang-Kutanegara sepanjang 8,5 KM periode Libur Hari Raya IdulFitri 1445 H Tahun 2024.
Pengoperasian fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan bertujuan untuk mendukung pelayanan kepada pengguna jalan dari arah Selatan (Bandung) menuju arah Jakarta, atau pengguna jalan dari Jalan Tol Cileunyi-Purwakarta – Padalarang (Cipularang) menuju Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta.
Direktur Utama PT JJS Charles Lendra menjelaskan, waktu pengoperasian akan mengikuti diskresi Kepolisian dengan melihat situasi lalu lintas terkini, karena fungsi jalur fungsional ini untuk membantu mengurangi kepadatan di Simpang Susun Dawuan Km 66 yang merupakan titik pertemuan lalu lintas dari arah Bandung dan sekitarnya yang melewati Jalan Tol Cipularang serta lalu lintas dari arah Tol Trans Jawa yang melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
“Pengalihan arus lalu lintas ke Jalur Fungsional Japek II Selatan dilakukan bilamana terjadi kepadatan di titik KM 66 Ruas Jakarta – Cikampek mencapai 2 indikator disepakati, yaitu kepadatan yang mencapai KM 70 GT Cikampek Utama (dari arah Palimanan), dan KM 72 Jalan Tol Cipularang (dari arah Bandung) selama 1 jam, kepadatan di Gerbang Tol Kalihurip Utama sepanjang 5 KM yang mencapai KM 72 Ruas Cipularang) selama 1 jam, serta memastikan tidak ada kepadatan lalu lintas di jalur arteri setelah akses keluar dari jalur fungsional.
Jalur fungsional akan tetap ditutup apabila indikator disebutkan tadi tidak terjadi, namun secara situasional dapat dioperasikan sesuai diskresi Kepolisian” ungkap Charles, Minggu, 7/4/2024.
Menurutnya, untuk masuk ke jalur fungsional, pengguna jalan dapat bersiap menjelang Ramp 8 akses masuk jalur fungsional di KM 77 Jalan Tol Cipularang arah Jakarta.
Kendaraan dari arah Bandung dapat memilih jalan alternatif SS Sadang – Kutanegara apabila jalur fungsional dibuka.
“Sebelum akses masuk jalur fungsional, kami akan siapkan rambu petunjuk yang dipasang 1 KM, 500 M, 200 M dan di persimpangan sebelum akses masuk jalan tol.
Rambu peringatan juga akan kami pasang agar pengguna jalan yang hendak menggunakan jalur alternatif dapat bersiap sebelum masuk jalur.
Kami juga akan menempatkan petugas pengaturan lalu lintas pada akses masuk untuk membantu mengarahkan pengguna jalan,” urai Charles.
Sementara untuk akses menjelang keluar Jalan Industri dari arah GT Kutanegara, juga akan disiapkan rambu petunjuk jurusan yang dipasang 1 KM, 500 M, dan 200 M sebelum akses keluar jalan tol.
Rambu peringatan telah disiapkan agar pengguna jalan yang hendak keluar jalur alternatif dapat belok kanan ke arah Jalan Tol Jakarta -Cikampek / Karawang Barat /Jakarta maupun belok ke kiri ke arah Purwakarta.
Petugas pengatur lalu lintas akan ditempatkan pada akses keluar.
“Jalur fungsional Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Selatan tidak dikenakan tarif, namun pengguna jalan tetap harus melakukan pembayaran di Gerbang Tol (GT) Kutanegara. Di gerbang tol ini, pengguna jalan membayar tarif tol Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi ( Padaleunyi ) jika melakukan perjalanan dari gerbang tol di Jalan Tol Padaleunyi, dengan besaran tarif yang sama, jika pengguna jalan keluar melalui GT Sadang Jalan Tol Cipularang,” pungkas Charles.
Guna mendukung pengoperasian jalur fungsional Jalan Tol , PT Jasamarga Jalur Selatan menyiagakan layanan transaksi 4 lajur di exit Gerbang Tol Kutanegara, menyiagakan layanan lalu lintas Mobile Customer Service (MCS)/Patroli, derek, ambulance, PJR, Kamtib, Water Tank dan patroli roda dua.
PT Jasa Marga Jalur Selatan kembali mengimbau pengguna jalan yang akan memasuki jalan tol fungsional agar mengikuti arahan petugas di lapangan dan mentaati perambuan yang berlaku, termasuk batas maksimal kecepatan kendaraan yang diperbolehkan dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta mengisi penuh BBM sebelum masuk jalur fungsional.
Jalan Tol Japek II Selatan terbagi kedalam tiga paket pekerjaan konstruksi, menghubungkan wilayah Jatiasih, Karawang dan Sadang sepanjang 62 KM.
Ketiga paket konstruksi itu meliputi, Paket 1, Jatiasih – Setu sepanjang 7,25 KM, Paket 2 Setu – Sukabungah sepanjang 23,5 KM, dan Paket 3 Sadang-Sukabungah sepanjang 31,25 KM. ( pri)
















Komentar