AE Saefuddin Kecewa Rekrutmen PPS Tak Transparan

Berita, Daerah176 views
Kantor KPU Karawang

Karawang |SDM| Pilkada Kabupaten Karawang akan segera digelar serentak Nopember mendatang. Penyelenggara pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang menjadi fihak yang paling bertanggung jawab sukses tidaknya event demokrasi warga Karawang tersebut.

Bila dilihat dari struktur, nampak KPU Karawang sudah siap melaksanakan tahapan-tahapan pilkada, dengan indikasi telah terbentuknya panitia pemilihan kecamatan (PPK) di seluruh kecamatan di kabupaten Karawang, dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh desa dan kelurahan. Personilnya direkrut dari masyarakat, melalui seleksi yang dilakukan oleh sebuah kepanitiaan.

Sayangnya, proses rekrutmen diwarnai, noda-noda yang meninggalkan kesan negatif. Sebut saja kasus Ajar Sudrajat dari desa Jayanagara yang sempat ramai di media.

Menyusul kemudian, seorang warga desa kecamatan Tempuran, AE Saefuddin, yang sempat mengikuti seleksi rekrutmen PPS Desa Lemahkarya.

AE mengaku mendaftar ke KPU Karawang untuk menjadi PPS di desanya, desa Lemahkarya, atas pertimbangan sebagai wujud tanggungjawab pada kampung halaman. Selain itu, ia merasa mampu melakukan pekerjaan, yang juga sudah pernah dijalaninya.

“Saya mendaftar melalui online, sesuai jalur yang tersedia. Motifnya, semata-mata wujud tanggungjawab pada kampung halaman, desa saya Lemahkarya, dan saya merasa mampu melakukannya, lain dari itu, tidak ada.” Ujar Ae Saefuddin kepada suryadinamika, Sabtu 8 Juni 2024.

Saya tidak sendirian, ada enam orang. Dan ketika mengikuti CAT , saya dinyatakan lolos dengan mendapat nilai 33 ada di posisi ranking ke 3, dibawah Tatang Lesmana (38), Sugandi (36). Dibawah saya Acim Waryadi (30), Jeje Pahrudin (29) dan Siti Masturoh (26). Saya optimis, ujar Ae.

Tahap berikutnya, kami mengikuti tes wawancara. Lagi-lagi, saya sangat optimis, mengingat saya merasa lancar memberikan jawaban pada setiap pertanyaan yang diajukan.

Menjelang saat pelantikan PPS, saya kaget, nama saya tidak tercantum, justru yang ada, nama lain, yang hasil CAT nya jauh dibawah saya, ucap AE dengan ekspresi kecewa.

Mestinya, harap AE, hasil penilaian dari rangkaian tes, kami diberi tau, supaya kami tau hal apa yang tidak kami miliki, sehingga menyebabkan tidak lolos. Dan sebaliknya, hal istimewa apa yang dimiliki peserta yang dinyatakan lolos.

Wajar, kalau tidak transparan, ya timbul sangkaan yang bukan-bukan. Mungkin saja ada fihak yang memang sudah punya settingan agar orang-orang tertentu yang mesti lolos. sambung AE.

“Nasi sudah jadi bubur, keputusan sudah keluar, saya tak bermaksud menghambat suksesnya KPU Karawang dalam menyelenggarakan pilkada, tapi sebuah pembelajaran bagi siapapun nanti. Ternyata untuk berbakti pada bangsa, tidak gampang. Cukup cakap saja tidak cukup. Masih ada hal lain yang menentukan.” Pungkas AE Saefuddin. (KS)

Komentar