Muhammadiyah Umumkan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Warga Diimbau Salat Khusuf

Berita, Peristiwa138 views
Gambar ilustrasi.

YOGYAKARTA, – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa fenomena alam Gerhana Bulan Total diprediksi akan melintasi seluruh wilayah Indonesia pada Selasa Wage, 14 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 3 Maret 2026 M.

Jadwal Waktu Kejadian Gerhana

Berdasarkan data astronomi yang dirilis, berikut adalah fase-fase urutan waktu kejadian gerhana dalam tiga zona waktu di Indonesia:

Awal Gerhana Sebagian: Fenomena ini dimulai pada pukul 16:50:00 WIB, 17:50:00 WITA, atau 18:50:00 WIT.

Awal Gerhana Total: Bulan mulai memasuki fase gerhana total sepenuhnya pada pukul 18:04:26 WIB, 19:04:26 WITA, atau 20:04:26 WIT.

Puncak Gerhana: Titik maksimal gerhana terjadi pada pukul 18:33:37 WIB, 19:33:37 WITA, atau 20:33:37 WIT.

Akhir Gerhana Total: Fase total berakhir dan bulan mulai keluar dari umbra pada pukul 19:02:45 WIB, 20:02:45 WITA, atau 21:02:45 WIT.

Akhir Gerhana Sebagian: Seluruh proses gerhana benar-benar selesai pada pukul 20:17:10 WIB, 21:17:10 WITA, atau 22:17:10 WIT.

Waktu-waktu tersebut juga menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah untuk melaksanakan salat khusuf, yang dimulai sejak fase gerhana sebagian mulai hingga gerhana sebagian berakhir di wilayah masing-masing.

Imbauan Ibadah dan Amalan

Sehubungan dengan peristiwa tersebut, PP Muhammadiyah memberikan beberapa imbauan kepada pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah:

Melaksanakan ibadah Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf).
Memperbanyak doa, zikir, serta sedekah.
Salat Khusuf dapat dilaksanakan mulai saat Gerhana Sebagian terjadi di wilayah masing-masing hingga Gerhana Sebagian berakhir atau ketika Bulan terbenam.

Tuntunan Singkat Salat Gerhana

Salat gerhana disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di tanah lapang, tanpa azan dan ikamah. Tata caranya berbeda dengan salat biasa karena dalam setiap rakaat terdapat dua kali rukuk dan dua kali berdiri tegak (qiyam).

Secara ringkas, urutan tata caranya adalah sebagai berikut:

Imam menyerukan “aş-şalātu jāmi’ah”.

Rakaat Pertama: Takbiratulihram, membaca al-Fatihah dan surah panjang, rukuk lama, berdiri lagi membaca al-Fatihah dan surah panjang (lebih pendek dari sebelumnya), rukuk lagi, kemudian sujud dua kali.

Rakaat Kedua: Dikerjakan sama seperti rakaat pertama.

Salam.

Khutbah: Setelah salat, imam menyampaikan satu khutbah yang berisi nasihat tentang tanda kekuasaan Allah serta mengajak memperbanyak amal kebajikan.

Muhammadiyah menegaskan bahwa gerhana adalah murni peristiwa astronomi sebagai tanda kebesaran Allah dan tidak ada kaitannya dengan nasib buruk seseorang atau suatu negara.(*)

Dikutip dari : Warta Desa

Komentar