Karawang, SuryaDinamika.net – PT Pupuk Kujang Cikampek adalah produsen pupuk dan bahan kimia terkemuka di Indonesia bagian dari Pupuk Indonesia Holding Company. PT Pupuk Kujang berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan dengan terus berinovasi untuk memberi solusi pertanian ramah lingkungan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
PT. Pupuk Kujang Cikampek membantu masyarakat membangun infrastruktur wisata di Situ Kamojing.
Bantuan ini salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan kepada masyarakat. Diharapkan, dari bantuan diberikan akan menstimulant multiplier effect perekonomian masyarakat.
Dengan dibangunnya akses infrastruktur menuju danau buatan Situ Kamojing yang berusia lebih dari satu abad, masyarakat setempat mengaku terbantu di tengah kehidupan ekonominya.
PT. Pupuk Kujang Cikampek, pada tanggal 11 Juni 2025 telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 270 meter.
Dengan dibangunnya jalan itu ,masyarakat kini mudah mengakses jalan menuju Situ Kamojing ,tak lagi perlu melintasi jalan bergelombang, berdebu bahkan selalu becek saat musim penghujan tiba.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan mengungkapkan, Situ Kamojing adalah bangunan air bersejarah di Kecamatan Cikampek yang keberadaannya sangat diperlukan banyak pihak dan dirasakan manfaatnya hingga kini,” ujarnya, pada Kamis (28/08)

Terpisah, pengelola Situ Kamojing, Agus Darsono menuturkan, bantuan diberikan Pupuk Kujang meliputi jalan akses masuk, gapura, dan taman di Situ Kamojing.
“Dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur pendukung dan adanya jalan serta gapura menandakan ciri khas Situ Kamojing membuat banyak orang penasaran ingin datang hingga membuat Situ Kamojing jadi lebih menarik,” ujar Agus Darsono di Situ Kamojing, Selasa siang (26/08).
Agus mengungkapkan,saat sebelum jalan akses menuju situ Kamojing dicor oleh Pupuk Kujang, pengunjung harus melalui jalan berbatu, saat kemarau banyak debu dan selalu becek saat musim hujan.
“Dahulu, sebelum akses jalan menuju Situ Kamojing mulus seperti hari ini, pengunjung agak sepi, apalagi saat musim penghujan, karena jalannya yang becek hingga orangpun malas untuk melintas,” jelas Agus Darsono.
“Situasinya sangat berbeda dengan sekarang, disaat hujanpun, pengunjung banyak berdatangan karena jalannya tak lagi becek hingga tingkat kunjungan tamupun lebih stabil,” ujar Agus meluapkan kegembiraan hatinya.
Agus Darsono mengungkapkan, dilakukannya perbaikan fasilitas pendukung pada lokasi wisata Situ Kamojing telah berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat sekitar.
Agus mengaku, awal dibukanya Situ Kamojing menjadi lokasi wisata pada dua tahun lalu, pendapatan warungnya belum stabil, berkenaan dengan tingkat kunjungan tamu yang belum stabil.
“Dulu warung-warung disini sering tutup karena sepi pengunjung. Namun kini setelahnya jalannya diperbaiki, tingkat kunjungan tamu yang datang ke sini kian meningkat, ujar Agus Darsono seraya ia mengaku jika omzet pendapatan warungnya yang dulunya hanya di kisaran Rp 200 ribu sehari. Namun setelah jalannya diperbaiki, kini kunjungan tamunya jadi meningkat.
“Dalam sepekan bisa seribu orang tamu yang datang dengan omzet penghasilan warung berkisar Rp 1 juta per hari,” sambung Agus.
Agus Darsono menjelaskan, pengelola wisata Situ Kamojing tengah menambah lagi fasilitas lainnya. Dibantu
rekan-rekannya, Agus Darsono tengah membuat sejumlah rakit bambu, melengkapi speedboat dan perahu bebek.
“Dengan sarana tambahan, kunjungan tamu di akhir pekan kian meningkat dan tidak lagi complain soal akses masuk,” kata Agus.

Situ Kamojing, merupakan salah satu objek wisata potensial di Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang yang berpotensi terus berkembang. Sejak dua tahun lalu tempat itu dikelola menjadi tempat wisata.
Dengan fenomena danau buatan yang telah berumur lebih dari satu abad, Situ Kamojing akan terus ditata lebih baik lagi guna peningkatan ekonomi masyarakat dan konektifitas menuju lokasi itu.
Situ Kamojing dibangun tahun 1912 pada saat politik etis mempengaruhi kebijakan pemerintah Kolonial Belanda.
Untuk menebus kebijakan kolonial yang eksploitatif di era ekonomi liberal antara tahun 1870 hingga 1900.
Pemerintah kolonial Belanda melakukan program irigasi, emigrasi, dan edukasi. Dari program dilakukan banyak dihasilkan bangunan air dan infrastruktur pertanian pada wilayah pertanian.
Di Kabupaten Karawang misalnya,selain Situ Kamojing, pemerintah kolonial Belanda pula membangun Bendungan Walahar. Dua bangunan air itu merupakan infrastruktur penting yang telah merubah sejarah pertanian Karawang.
Dengan berfungsinya dua bangunan air berbeda lokasi itu, masyarakat Karawang tidak lagi bertani menggunakan sistem tadah hujan. Petani Karawang sepanjang tahun bisa mengairi sawahnya. ( Pri)










Komentar