
Karawang,|SDM|Kapolres Polres Karawang Polda Jabar AKBP Wirdhanto Hadicaksono, di aula Mapolres setempat, menggelar Pers Conference Release Akhir Tahun 2023, Jumat,( 29/12/2023) siang.
Dikatakan Kapolres, capaian kinerja positif Polres Karawang dipimpinnya mengacu slogan Kapolri ” Transformasi Menuju Polri Yang Presisi.
Jumlah personel Polres Karawang sekarang 1.119 dari sebelumnya 1.135 personel.
Data perkara tindak pidana pada wilayah hukum Polres Karawang tahun 2023, tercatat 1.499 perkara, turun 3 %, dibanding tahun 2022 lalu 1.629 perkara.
Sementara catatan penanganan tindak pidana penyalahgunaan narkoba tahun 2023 di Polres Karawang, meningkat 140 perkara, naik 22 perkara, dibanding tahun 2022 yang berada di angka 118 perkara.
Tahun 2023 , Satnarkoba Polres Karawang tangani 145 perkara, dengan166 tersangka pengedar, 64 lainnya direhabilitasi.
Disebutkan Kapolres, peredaran narkoba diwilayah hukumnya diperbuat pelaku dengan cara face to face, transaksi via kurir, pembelian langsung di lokasi peredaran narkoba,dengan sistem lempar lembing, via media sosial dan via jasa pengiriman paket.
Terbongkarnya jaringan pabrikan rumahan Tembakau sintetis cannabinoid tanggal 31 mei 2023 lebih 1.128 gram di kampung Kepuh kavling Aljariyah RT 005/ RW 015 kelurahan Karang Pawitan kecamatan Karawang Barat, oleh Tim Sanggabuana Polres Karawang dengan tersangka Moch.Ridwan Abdullah alias Bapet bin Sunardi serta seorang tersangka lainnya bernama Saepudin masuk daftar pencarian orang (DPO ), menjadikan hal menghebohkan warga Karawang, karena ada produsen narkoba ditengah perkampungan warga.
Sementara untuk Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO) Polres Karawang,tahun 2923 menangani 4 perkara, 3 diantaranya telah diselesaikan, terkait jaringan Arab Saudi, bermodus akan menjadikan korban pembantu rumah tangga dengan cara non prosedural, melibatkan 1 orang korban 1 dan 1 orang tersangka.
Terkait modus serupa, satgas TPPO Polres Karawang pula membekuk seorang tersangka TPPO jaringan dalam negeri, dimana pelaku mengiming-imingi korbannya dijanjikan bekerja di Arab Saudi, namun malah dijadikannya PSK. Di tahun ini Satgas TPPO juga pelaku TPPO jaringan Suriah, dimana pelaku membawa korbannya melintas ke negara tersebut. ( pri)

















