Terancam Gagal Panen, Petani Karawang Teriak.

Tanaman padi milik H.Darmo rusak dijarah tikus.(25/3)

Karawang,|SURYADINAMIKA.net| Hama tikus menjadi momok bagi petani, terbukti di beberapa areal persawahan padi yang sedang tumbuh dan mulai berbulir rusak dijarah tikus. Akibatnya, bila keadaan tetap seperti ini, pertumbuhan padi yang tak normal, maka bukan mustahil petani akan mengalami gagal panen dan merugi.

H. Darmo, petani asal Kecamatan Banyusari mengatakan bahwa tanaman padi miliknya saat ini kondisinya memprihatinkan, sebagian besar rusak dijarah tikus.

“Hampir rata Kang, dijarah tikus. Sebagian besar lah.” Ucapnya kepada wartawan (25/3) di pesawahan miliknya di bilangan Desa Kutaharja Kecamatan Banyusari.

Baca Juga  Baznas Karawang Sosialisasikan Penguatan Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di Banyusari

Haji Darmo mengatakan, susahnya membasmi tikus yang melakukan serangan di malam hari.

“Bukan tidak dibasmi, tapi susahnya itu, diracun, di empos, diburu, tetap aja mengganggu.” Keluhnya.

Ada cara yang agak efektif yaitu dengan memasang plastik sepanjang keliling sawah kita, tapi biayanya cukup besar, bisa menghabiskan uang jutaan per hektar nya.

“Kerusakan akibat hama tikus diperkirakan sekitar 30 hingga 50 persen. Itu di wilayah desa Kutaraharja. Ada yang lebih parah yaitu di Kalenjeruk Desa Kutamekar, sebab disana padinya sudah “beukah” hingga kerusakannya ditaksir lebih dari 80 persen.”ungkap H.Darmo.

Baca Juga  Proyek Rehabilitasi SDN Gempol I Banyusari Terhenti, Anggaran Belum Cair Jadi Alasan, Dana Talangan Dipertanyakan

Ditanya berapa kira kira hasil padi nya nanti kalau seperti begini, Haji Darmo menjawab, paling 1 ton per hektar.

“Nah ini Kang, lihat. Ini jenis inpari, yang tadi itu jenis mawar. Kalau ditanya misalnya normalnya perhektar itu sekitar 6 sampai 7 ton. Kalau padinya seperti ini, tikus, sundep, ini kerdil seperti ini, ya mungkin paling satu ton.” Ucap Haji Darmo. (Red).