Karawang.- SURYADINAMIKA.net – Belakangan banyak pengaduan masyarakat perihal Kartu penerima Bansos, terutama PKH dan BPNT yang tidak ada nilai uangnya alias “jonk”.
Berkaitan dengan hal itu, petugas TKSK Kecamatan Tempuran, Leo Fitriana, terjun langsung ke desa-desa untuk menjelaskan permasalahan tersebut, dan bagaimana memperbaikinya agar bantuan bisa tetap berjalan.

Sekdes Lemahduhur
Sekertaris Desa Lemahduhur, Asim mengatakan pada wartawan, program yang sedang digelar hari itu (Jumat, 9 September 2022) di Bale Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran berjudul Perbaikan Data Kartu BPNT dan PKH.
“Ini Program perbaikan Kartu BPNT dan PKH yang setiap bulannya “jonk” atau tidak keluar sama sskali bantuannya. Makanya pemerintah desa Lemahduhur memanggil langsung pendamping BPNT untuk menjelaskan apa-apa masalahnya,” ujar Asim (9/9).
Menurut data, lanjut Asim, ada 588 keluarga penerima BPNT dan PKH di Desa Lemahduhur, yang jonk ada 280. Jadi hampir setengahnya.
Diketahui, bahwa salah satu persolannya, bahwa data diri penerima bantuan, berstatus pekerjaannya sebagai wiraswasta atau karyawan, yang menurut kriteria ada kelompok keluarga yang lebih utama dibantu yaitu mereka yang berstatus Buruh atau Buruh Harian Lepas.
Jurnalis : Andes
Editor ; KS.










