Karawang, SURYADINAMIKA.net- Ratusan pensiunan PNS yang bergabung di PDKT mendatangi Galeri Pemda Karawang, Senin 1 Desember 2025.
Kedatangan forum yang dikomandani Juhdiana, S.Pd bertujuan menuntut haknya berupa “uang kadeudeuh” yang seharusnya sudah diterima sejak PNS memasuki masa pensiun. Besarannya 14 juta rupiah. Namun sampai hari ini ratusan pensiunan masih belum juga menerima. Diantara mereka ada yang sudah menjalani masa pensiunan 3 tahun.
Juhdiana, koordinator PDKT membenarkan hal itu saat dihubungi melalui vidio call, Senin (1/12) pagi.
“Bertepatan dengan momentum hari KORPRI 1 Desember 2025 ini, kami sengaja datang untuk bertemu Pembina Korpri Kabupaten Karawang, dalam hal ini, Bupati Karawang, bapak Haji Aep Syaefuloh, untuk minta kepastian atas hak kami selaku pensiunan PNS pemerintah Kabupaten Karawang.” Kata Juhdiana (1/12).
“Intinya, kami minta bertemu Pembina Korpri Kabupaten Karawang bapak Haji Aep Syaefullah untuk meminta kepastian pembayarannya dan kami tegas menolak keputusan sepihak dari pengurus Korpri Kabupaten Karawang yang memutuskan, kami akan dibayar tujuh juta rupiah perorangan. ” Lanjutnya.
Berikut keterangan lengkap yang diberikan Juhdiana selaku Ketua PDKT yang disampaikan langsung kepada redaksi SURYADINAMIKA.
“Sebetulnya agenda kami, PDKT, tadi itu agenda kami akan menemui dewan pembina, dalam hal ini bapak bupati dan sekda, tentunya. Nah, tetapi dalam kenyataannya menjelang apel Ketua Korpri kontak kita, ketua PDKT, dan beliau berharap bahwa pasukan PDKT itu disuruh menunggu, Awalnya sih nanya, dimana posisi ? Saya bilang, disini di area mesjid dekat aula Husni Hamid. Ya udah kondisikan disitu, tidak usah ikut apel. Saya pikir siapa yang mau ikut apel, emang gak ada tujuan untuk apel. Nanti kalau selesai ini nanti pengurus akan kesitu. Tunggu aja disitu, nanti kami siapkan dulu tempatnya. Yang disebut tempat waktu itu Aula Husni Hamid. Oke, saya bilang. Setelah itu saya kasih arahan ke semua anggota biar kondusif tidak mengganggu pelaksanaan apel. Pas saya lagi ngomong ada yang nyari saya kabid dikdas disdikpora pa Yanto. Dia bilang ditugaskan untuk menemui bapak. Terus, tempatnya bukan disini. Lho barusan ketua bilang tempatnya disini mau disiapin dulu. Beliau tidak tau tempatnya mau dipake kegiatan donor darah. Jadi, tempatnya di Balai Indung. Oke, saya bilang.”
Juhdiana juga mengatakan pertemuan itu tidak ada titik temu, dan sempat terjadi ketegangan antara pengurus dengan anggota PDKT.
“Kalau kita PDKT tidak neko neko, kita kan nagih janji, sesuai dengan yang telah dilaksanakan, yang namanya uang kadeudeuh itu empat belas juta. Tetapi pengurus baru ini memutus sepihak tujuh juta rupiah, jelaslah kami tolak. Nah, jadi tadi itu tidak ada titik temu. ” Pungkasnya.
Usai pertemuan, para purnabaktipun pulang dengan membawa kekecewaan yang mendalam. (Red)










Komentar