
Karawang, Suryadinamika.net Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Republik Indonesia Jendral Pol. Purn. Drs. Agus Andrianto SH,MH bareng Dirjen Pemasyarakatan Irjen Pol.Drs. Mashudi dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Imigrasi dan Pemasyarakatan, Aman Riyadi, SIP,SH, MSi menyambangi masyarakat Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Jawa Barat, Selasa siang (12/8/2025).
Menimipas dan rombongan hadir di Kantor Desa Karangligar mengisi kegiatan Bakti Sosial Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan, jelang HUT Kemerdekaan RI ke80 Tahun Tanggal 17 Agustus 2025.
Di Desa langganan banjir ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan 2000 paket sembako untuk masyarakat penerima manfaat pada empat desa terdampak banjir di Kecamatan Teluk Jambe Barat.
Seribu paket sembako, diberikan kepada warga penerima manfaat pada Desa Karang Ligar, 300 paket sembako untuk warga Desa MulyaJaya, 350 paket sembako untuk warga Desa Mekarmulya dan 350 paket sembako lainnya untuk warga Desa Parungsari.
“Keberadaan aparatur pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah adalah untuk melayani masyarakat. Karenanya aparat harus menjadi bagian dari solusi pengentasan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat,” tandas Menteri Agus Andrianto.
Kaitannya derita panjang dihadapi masyarakat desa Karangligar dan desa sekitarnya yang kerap menjadi langganan banjir di setiap musim penghujan, menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan mengaku akan turut memperhatikan soal rakyat itu.
“Walau cuma sedikit kita akan membantu,” ujarnya.
Mengacu Program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subiyanto, disampaikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia bahwa pihaknya menjabarkan itu menjadi 13 akselerasi. Satu diantaranya adalah kegiatan Bakti sosial kepada warga binaan dan masyarakat sekitar, termasuk keluarga warga binaan, tahanan yang ada di Rutan dan Lapas. Pula ketika terjadi sejumlah momen bencana, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan aktif menurunkan petugasnya untuk melakukan bakti sosial.
“Ini upaya kecil kami untuk memberikan kontribusi dari apa yang menjadi cita-cita besar Presiden Prabowo Subiyanto, semoga bantuan kecil ini bisa diterima oleh masyarakat, kata Menteri Agus Andrianto.
Mengisi agenda kerjanya di Kabupaten Karawang, Menimipas pula mensosialisasikan sejumlah Program Asta Cita Presiden Prabowo Subiyanto, diantaranya soal Makan Gratis Bergizi (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat bagi warga ekonomi bawah, rumah murah serta cek kesehatan gratis (CKG).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyebut, Program MBG kini telah mencapai 8 juta penerima manfaat di wilayah Indonesia.
“Mungkin nanti Bupati dengan Forkopimda bisa menggandeng swasta yang bisa berinvestasi dalam mendukung percepatan pembangunan stasiun-stasiun masak bagi terwujudnya semakin banyak masyarakat yang bisa menerima manfaat dengan program makan bergizi gratis,” ujar Menteri Agus Andrianto.
Selain bicara MBG, Menimipas juga menyebut pentingnya partisipasi masyarakat dalam program Kopdes/Kopkel Merah Putih dan realisasi program tiga juta rumah murah untuk kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah di Karawang.
“Daftar ke wakil bupati, itu ada rumah murah yang IMB dipotong, BPHTB dipotong dan ada beberapa item yang seharusnya dibayar tapi dihapuskan, ini targetnya tiga juta rumah kalau gak salah, bahkan ada program untuk renovasi rumah warga. Dinas terkait, bisa ditanyakan kepada pusat ,mudah mudahan apa yang menjadi program Presiden Prabowo Subiyanto bisa berjalan di Kabupaten Karawang,” kata Menteri Agus Andrianto, seraya kemudian menyoal keberadaan sekolah rakyat bagi keluarga tak mampu dan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Mengakhiri pernyataannya, Agus Andrianto meminta, Kalapas Karawang, Christo Victor Nixon Toar untuk terus bersinergi dengan bupati dan forkopimda Karawang dalam menyukseskan program pembangunan.
“Jangan menjadi raja kecil diruang yang sempit untuk bergaul dengan forum komunikasi pimpinan daerah di Kabupaten Karawang. Walaupun sedikit, kita bisa berkontribusi untuk mendukung program bupati selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.” Pungkas Agus Andrianto.
Di kesempatan ini, Bupati Karawang melalui Wakil Bupati H.Maslani, menegaskan kegiatan bakti sosial Merdeka Peduli Sesama adalah tidak mengenal batas wilayah, kecuali semangat persaudaraan dan kemanusiaan, ini dibuktikan dengan hadirnya Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan ke Desa Karangligar, salah satu desa di Kabupaten Karawang yang menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.
“Desa Karangligar, Desa Mekarmulya, Desa Mulyajaya, dan Desa Parungsari adalah desa langganan banjir di setiap musim hujan,” kata H.Maslani.
Dikatakan, banjir terjadi di Desa Karangligar selain karena dampak dari perubahan tata guna tanah sekitar sungai sehingga mempercepat lintasan air, pula belum optimalnya penanganan sedimen sungai dan belum terintegritasnya sistem pengendalian banjir di hulu dan hilir sungai.
H.Maslani pula menyebut, terbatasnya jumlah pompa sedot air, menjadikan kendala serius bagi pemerintah Karawang dalam penanggulangan soal banjir wilayah setempat.
Pemerintah Karawang optimis melalui sistem koordinasi terintegrasi dengan lintas Kementerian dan perhatian serius pemerintah pusat, penanganan banjir di desa Karang Ligar serta desa- desa langganan banjir lainnya diwilayah Kabupaten Karawang optimis dapat diatasi terstruktur.
Pemerintah Karawang terus menstimulant warga desa terdampak banjir melalui program penguatan tanggul dan edukasi mitigasi bencana terstruktur.
“Kemerdekaan, bukan hanya terbebas dari penjajahan , tetapi terbebas dari penderitaan dan kesulitan hidup.” Pungkas H.Maslani. (Pri)











Komentar