Komite SMKN Batujaya Keluhkan Kurangnya Ruang Belajar.

Berita, Pendidikan503 views

Karawang – SURYADINAMIKA.net – Seiring dengan lajunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, dibutuhkan pendidikan yang memadai dan merata. Bukan hanya di kota, melainkan harus menjangkau hingga pelosok.

Salah satunya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Batujaya, yang berlokasi di Desa Karyamakmur Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Tapi sayang, sekolah setingkat SLTA yang dibanggakan warga itu, kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Hal itu dikeluhkan Ketua Komite sekolah tersebut (SMKN Batujaya), H Tamjid Ab, di ruang kantor sekolah, kepada awak media Suryadinamika.

H.TAMJID – Komite SMKN Batujaya

” SMK Negeri Batujaya, dari awal pembangunan tahun 2018 sampai  hari ini Senin tanggal 5 September 2022, belum ada kunjungan dari Dinas manapun. Baik itu dari Dinas Kabupaten ataupun Provinsi. Bahkan waktu  peresmian pembangunan tahun 2018 pihak sekolah mengundang Bupati dan wakil Bupati, ironisnya mereka tak datang. Pernah juga mengajukan  untuk pengajuan Ruang Kelas Baru (RKB) ke Kabupaten tapi ditolak dalihya itu bukan wewenang Dinas Kabupaten,” ungkapnya. 05/09/2022.

Dengan jumlah siswa siswi 668 kan maksimalnya harus ada 8 ruang kelas, tapi yang ada  hanya 6 kelas.  keseluruhan tenaga pengajar 45 orang ,guru PNS 7 , guru honorer 38 orang. Jadi, untuk kebutuhan, paling tidak, harus ada tiga ruang lagi. Dua kelas untuk ruang belajar mengajar dan satu ruang lagi untuk ruang guru. Karena saat ini antara ruang guru, ruang tamu dan ruang T.U, itu masih satu gedung, sambung H. Tamjid.

Lebih lanjut Komite menjelaskan ” setiap sekolah ada Dinasnya, di DPR  ada komisinya tolonglah supaya ada perhatian ke sekolah SMK Negeri Batujaya. Belum lagi sarana ibadah yang mangkrak terbengkalai hampir satu tahun lebih. Terlihat hanya pondasi saja, yang ukuran luas hanya 8 × 9 sampai saat ini belum di realisasi, lirihnya.

“Saya atas nama komite SMK Negeri Batujaya  memohon kepada Dinas terkait baik itu dari Kabupaten, Provinsi, dan Pusat, supaya ada perhatiannya. Supaya dapat memfasilitasi dan merealisasikan  apa yang menjadi kebutuhan  untuk sarana dan prasarana pendidikan.        Supaya anak didik siswa siswi  dan tenaga pengajar dapat merasakan hak yang sama seperti sekolah sekolah lain, yang notabennya SMK Negeri, pungkasnya.
(J.Setiabudi )