Operator SD Negeri di Majalaya Diduga Tak Fokus Kerja, Administrasi Sekolah Terganggu

Berita112 views
Foto : Ilustrasi Operator Sekolah

Majalaya — Seorang operator Sekolah Dasar Negeri (SDN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK-PW) di Kecamatan Majalaya, berinisial DN, diduga tidak menjalankan tugasnya secara optimal. Hal ini disinyalir akibat kebiasaannya “menyabang” atau bekerja di beberapa tempat sekaligus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, DN kerap membagi waktu dan perhatian ke sejumlah pekerjaan lain di luar tugas utamanya sebagai operator sekolah. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya kelancaran administrasi di lingkungan sekolah.

Secara umum, operator sekolah memiliki peran penting dalam pengelolaan data dan administrasi, seperti penginputan data di sistem Dapodik, pengelolaan BOS, hingga layanan administrasi lainnya. Ketika seorang operator merangkap di beberapa sekolah, fokus dan waktu kerja menjadi terbagi. Akibatnya, pekerjaan utama di sekolah induk sering tidak maksimal.

Sejumlah pihak menyebutkan bahwa tugas-tugas administratif yang seharusnya menjadi tanggung jawab operator sering kali mengalami keterlambatan. Bahkan, kualitas kinerja dinilai menurun karena kurangnya fokus dalam menjalankan pekerjaan utama.

“Pekerjaan operator itu sangat vital, terutama dalam pengelolaan data dan administrasi sekolah. Kalau tidak fokus, tentu akan berdampak luas,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini diharapkan menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang, mengingat peran operator sekolah sangat penting dalam mendukung sistem administrasi dan layanan pendidikan yang efektif. Operator yang kedapatan merangkap dapat dipindah atau disanksi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DN maupun pihak sekolah terkait dugaan tersebut. (Red)

Komentar