Kantor imigrasi Kelas I Non TPI Karawang Sosialisasi Media Baru dan Tantangan Literasi Keimigrasian Seiring Peran Jurnalis dalam Membangun Informasi Publik Akurat

Berita, Daerah272 views

Karawang, SuryaDinamika.net – Kantor imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mensosialisasikan Media Baru dan Tantangan Literasi Keimigrasian seiring Peran Jurnalis Dalam Membangun Informasi Publik Yang Akurat, menghadirkan narasumber Akademisi Universitas Singaperbangsa Karawang Dr. Tri Susanto S.I.Kom MI Kom, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Karawang Andro Eka Putra melalui pejabat Plh Kepala Kantor Imigrasi Karawang, Ganda, dipandu oleh Kasi Teknologi Keimigrasian Madriva Rumadyo Gusmaritno dan pejabat bidang analis Keimigrasian Guntur Widianto menyertakan staff Kantor imigrasi dan jurnalis Kabupaten Karawang.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Madriva Rumadyo Gusmaritno menjelaskan, sosialisasi digelar, guna transfer pengetahuan, terkait fenomena media dan digitalisasi dari sudut pandang akademisi.

Media baru, adalah segala bentuk media digital berbasis internet yang sifatnya interaktif, meliputi media sosial, streaming dan aplikasi seluler.
Fenomena ini berdampak signifikan di kehidupan masyarakat.

Masyarakat biasa yang bukan berprofesi jurnalis bisa langsung menjadi Citizen Jurnalism, dia menyebarkan informasi, tanpa dilandasi kode etik jurnalistik dan akurasi data.

“Tujuan kegiatan ini, guna mengedukasi, sharing pengetahuan bersama sehubungan keberadaan media baru, keberadaan media berita digitalisasi agar disikapi balance,” kata Madriva.

Di kegiatan ini ,Nara sumber pertemuan Dr. Tri Susanto, S.I.Kom., M.I.Kom menegaskan, kehadiran dan perkembangan media baru di era digitalisasi tak bisa dihindar. Fenomena itu harus dihadapi secara seksama penuh waspada dan pemikiran dewasa.

“Peran jurnalis menjadi penyeimbang. Informasi disampaikan netizen belum diuji kebenarannya,” ungkap Dr.Tri Susanto.

Dengan medianya, jurnalis harus menyampaikan berita benar, akurat dan dipertanggungjawabkan di depan publik. Di era digitalisasi sekarang, jurnalis harus menjadi penjernih, penyeimbang dan penyampai informasi akurat dan bermanfaat untuk publik.

“Jurnalis menjadi aktor central untuk menjembatani informasi resmi dan ekspektasi publik.

Empat peran dan fungsi pers/jurnalis diantaranya menyampaikan informasi, mengedukasi, memberikan hiburan dan kontrol sosial.

Dr.Tri Susanto menekankan, pentingnya memahami dan meningkatkan literasi Keimigrasian. Masyarakat musti paham benar cara mengakses layanannya dan poinnya.

“Di era Artificial Intelligence (AI) kita harus hindari hoax, cross cek dan lihat media dari institusinya,” pesan Tri Susanto, seraya menyebut kekinian, Tiktok, Instagram dan X/Tweeter, menjadi sumber utama publik, namun menurutnya ,aplikasi ini rawan dengan miss informasi dan drama narratives.

Informasi keimigrasian menjadi sensitif, mengingat kepentingan hak warga negara, keamanan negara,hubungan diplomatik dan reputasi individu kaitannya dengan pelajar, pekerja migran dan Traveller.  (Pri)

Komentar