Elyasa Budianto,SH ; Copot Menteri Perdagangan !

Karawang, SURYADINAMIKA.net – Kelangkaan minyak goreng di negri penghasil sawit terbesar di dunia ini, menjadi sorotan banyak pihak. Di beberapa daerah sempat terjadi kerumunan besar berebut untuk mendapatkan dua kilogram minyak goreng dengan harga operasi pasar, Bisa dimaklumi, bagi emak-emak yang merasakan dampak mahal dan langkanya minyak goreng di pasaran, kesempatan ini menjadi kesempatan yang tak boleh dilewatkan.

Beberapa bulan terakhir, minyak goreng menghilang di pasaran. Kalaupun ada harganya sudah naik jauh dari harga normal. Banyak fihak menduga kelangkaan ini disebabkan oleh para spekulan yang menimbun minyak goreng di gudang-gudang mereka. Salah satunya terbukti dengan ditemukannya upaya penimbunan di Serang Banten  yang dilakukan pasangan suami istri.

Seorang pejabat Kementrian Perdagangan sempat membuat analisa terjadinya “penimbunan” minyak goreng oleh warga (emak-emak).

Lantaran sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, masyarakat membeli melebihi kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan. Padahal, hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng. “Tapi ini baru terindikasi,” imbuh dia saat kunjungan kerja ke Palembang seperti dikutip dari Antara, Selasa (8/3).

Baru-baru ini dikabarkan jika Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendagri) mengakui telah terjadi kebocoran dengan adanya distributor menjual minyak goreng murah sebanyak 415 juta liter ke luar negeri.

Mencermati suasana ini, Elyasa Budianto,SH, Aktivis Hukum yang juga seorang advokat kondang, memberikan statmen kepada media.

“Ini di mata saya sebuah kesalahan yang sangat fatal, dimana masyarakat nya sedang susah payah berjuang mendapatkan minyak goreng bahkan dengan harga yang relatif mahal, pemerintah pusat malah menjualnya ke luar negeri, ada apa?”ucap Elyasa (12/03/2022)

Ia juga menyarankan agar Presiden Republik Indonesia saat ini, Ir,. H. Joko Widodo untuk dapat mengevaluasi kembali atau bahkan memecat Menteri Perdagangan saat ini, karena dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Evaluasi, atau pecat saja Menteri Perdagangan saat ini, saya rasa ini merupakan kesalahan yang sangat fatal, yang merugikan rakyat di negeri sendiri dengan mengekspor salah satu kebutuhan pokok masyarakat ke luar negeri,”ungkapnya. (red)

Komentar