Nampak bersamanya di siang hari, Menteri Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid dan Menteri Perhubungan Darat Dudi Purwagandhi.
Sejumlah persoalan terjadi di wilayah Jawa Barat dibahas Gubernur dalam pertemuannya bersama menteri ATR /BPN, Menteri Perhubungan dan Kepala Daerah se-Jawa barat.
Usai rapat terbatas, kepada awak media, Gubernur Jawa Barat menyampaikan, pemerintahnya tengah fokus menyelesaikan persoalan mudik lebaran tahun ini guna mengantisipasi terjadinya krodit dan bencana sosial ditengah masyarakat saat arus mudik hari Raya Iedul Fitri 1446 H.

“Nantinya, selama dua minggu, pengemudi becak dan sopir angkot dilarang beroperasi. Sebagai gantinya pemerintah provinsi Jawa Barat akan memberi kompensasi untuknya,” kata Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar menyebut pihaknya juga tengah menyiapkan sistem transportasi angkutan darat laut dan udara yang aman dan nyaman.
Termasuk menghidupkan kembali Bandara Kertajati Kabupaten Majalengka untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia dan layanan haji serta umroh.
“Kami telah minta agar Sekda Jabar menyiapkan pembiayaannya,” ujar Dedi.
Gubernur Jabar juga menyebut, mensupport operasional Kereta Api Cepat “Whoosh” di wilayahnya.
“Kami mendukung pembangunan jembatan penghubung lintasan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi”, kata Dedi.
Untuk mengatasi banjir desa Karang Ligar Kecamatan Teluk Jambe Barat Kabupaten Karawang, Gubernur Dedi Mulyadi menjanjikan, akan segera membangun 1000 rumah kolong setinggi 2,5 meter.
“Design arsitekturnya tengah disiapkan, apakah lantainya nantinya akan menggunakan tembok atau menggunakan kayu, yang pasti masyarakat setempat sudah setuju itu, jika pihaknya juga telah minta kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk sesegera mungkin membangun bendungan Cibeet guna mengantisipasi banjir Karangligar,” tuturnya.
Biayanya sudah dihitung 70 milyar, untuk membangun jembatan baru, kata Dedi, seraya menyebut, semua yang berkaitan menyangkut bencana alam akan ditangani oleh pemerintah provinsi.
“Apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi akan kita kerahkan sumber dayanya. Termasuk hari ini, kita sudah perintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat untuk mengidentifikasi seluruh jembatan tua di Jawa Barat dan akan dibangun tahun depan, sehingga tidak ada lagi jembatan yang ambruk di Jawa Barat,” kata Gubernur.
Dedi Mulyadi menegaskan, pada dua pekan kedepan, bareng dengan kepala daerah se Jawa barat dan menteri ATR BPN akan mengevaluasi tata ruang Jawa barat kaitannya dengan daerah resapan air ,daerah hijau dan daerah pesawahan yang paling besar hilang yaitu Jawa Barat .
“Penyebab banjir adalah akibat hilangnya ruang terbuka hijau (RTH), hilangnya hutan, hilangnya perkebunan teh dan hilangnya sawah,” tegas Dedi seraya menegaskan pihaknya tidak mau jika bantuan longsor, bantuan banjir hanya selesai dengan pengiriman sembako saja.
“Saya enggak mau itu, yang saya mau adalah memikirkan masa depan mereka.” Pungkas Dedi Mulyadi (Pri)
Related posts:
- Dinilai Terlambat, Pemkab Karawang Abaikan Edaran Gubernur Jabar Soal Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadhan Suryadinamika.net, Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengabaikan edaran Gubernur...
- Tingkatkan Mutu Profesi, PWI Jabar dan Pemprov Jabar Gelar Roadshow Uji Kompetensi Wartawan di Karawang Laporan Muhammad Azzam KARAWANG-|SDM| Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Persatuan...











Komentar