Karawang- SURYADINAMIKA – Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Karawang konsen mengkritisi berbagai pelaksanaan proyek yang dibiayai pemerintah.
Kepada awak media ini, serta beberapa awak media lainnya, SWI meminta agar pihak yang memiliki otoritas pemerintah dan APH sidak ke lapangan, untuk sinkronisasi dan kepastian hukum serta memastikan manakala ada potensi KKN yang mengakibatkan kerugian negara, karena patut diduga kegiatan pekerjaan pengerasan jalan di beberapa tempat, yaitu Dusun Kemiri, Gg.Melati, Rawa Gebang Gg. H.Oyeng, Dusun Karajan Sasak Kuning dan Gg.Bandeng, wilayah Desa Kemiri Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, pekerjaan yang berasal dari Dana Desa TA 2022 Tahap satu dan dua diduga diborongkan oleh Kades setempat . Kata Yusup dari SWI. (20/08).
“Pekerjaan fisik yang bersumber dari Dana Desa tahap 1 dan 2 memang fisiknya ada, namun tidak terdapat pemberdayaan masyarakat. sumber daya masyarakat setempat tidak dilibatkan, tidak diberdayakan. Diminta pihak terkait dimaksud, kroscek kelapangan dan lakukan audit.” Sambung Yusuf.
Lebih jauh, Yusuf mengatakan, permintaan DPD SWI Karawang cukup beralasan, karena tujuan Dana Desa dalam UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, bentuk komitmen negara, mengatasi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan.
Pemberdayaan masyarakat Desa bertujuan memampukan desa dalam melakukan aksi bersama sebagai suatu kesatuan tata kelola Pemerintah Desa, kesatuan tata kelola lembaga kemasyarakatan Desa dan lembaga adat, serta kesatuan tata ekonomi dan lingkungan, Di Duga oleh Kades setempat Tidak Di Realisasikan, bahkan nyaris di abaikan.
“Pada kenyataannya di wilayah Desa Kemiri dalam pekerjaan pengerasan jalan DD tahap satu dan dua TA 2022, pemberdayaan masyarakat nihil. Masyarakat setempat tidak diberdayakan, tidak dilibatkan, nyaris dijadikan penonton.” Ungkap Yusup

Kades Kemiri Kec. Jayakerta
Ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Kepala Desa Kemiri, Salwani, mengatakan bahwa seluruh pekerjaannya yang berkaitan dengan Dana Desa 2022 sudah dikerjakan seratus persen.
“Pekerjaan sudah tidak ada kekurangan apa-apa, bahkan sudah dimonev oleh pihak kecamatan”, kata Salwani kepada wartawan, (30/07).
JSB & TIM)


















