Karawang,|SDM|Proyek Pembangunan Rutilahu di Dusun Krajan Desa Kutagandok Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang kondisinya masih terbengkalai menuai kritikan publik.
Pasalnya menurut salah seorang pekerja inisial A sebagai tukang dari pembangunan Rutilahu KPM ata nama ibu Rocem Dusun Krajan mengatakan,” kata mandor BG/WG, saya dan kenek disuruh bekerja tapi setelah ketemu mandor kemarin malah tidak mau membayar saya dan kenek selama 5 hari, kalau di hitung upah tukang Rp 120 ribu × 6 hari = 720 ribu. Untuk gaji kenek Rp 100 ribu × 5 hari = 500 ribu”, urai A.
Lanjut A,” belum lagi pintu belum di pasang, serta belum adanya gorong gorong seharga seharga Rp 300 ribu untuk WC, tapi kata mandor BG/WG, gorong gorong akan diganti dengan Sanyo, jadi pekerjaan WC tidak
jadi dibangun diganti dengan sanyo. Tapi sampai sekarang gorong gorong gak ada apalagi Sanyo”, terang A.
Lebih jelas A mengatakan mandor BG/AG, meninggalkan hutang ke toko bangunan / material sebanyak Rp 730 ribu, dan belum jelas juga kapan akan di lunasinya.
Ditempat yang sama HAJ sebagai PSM Desa Kutagandok mengatakan keluhannya terkait kinerja buruk mandor pelaksana, yang dinilai tidak amanah serta malah meninggalkan hutang ke pekerja, tukang dan kenek, dan ke toko bangunan.
” Saya menyayangkan kinerja pelaksana Rutilahu dan menuntut supaya kewajibannya terhadap bangunan Rutilahu, pekerja dan Toko Bangunan /Material supaya di selesaika”, ujar HAJ, PSM Kutagandok.(23/11/23)
“Dan lima hari yang lalu, ada Tim Pengawas dari PRKP, datang ke lokasi Rutilahu Desa Kutagandok, mereka
berjanji akan memperbaiki Rutilahu yang masih belum selesai di bangun. Tapi hingga sekarang jumat 25 November 2023, belum ada kejelasan dan reaksi nyata dari pihak PRKP”, ungkap HAJ.
(JSB)















