
Karawang, Suryadinamika.net – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang Jawa Barat di aula instansi setempat Jalan Husni Hamid 24 Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat menggelar capaian kinerja akhir tahun 2025, Rabu siang ( 24/12/2025).
Kepala BNNK Karawang AKBP Yuswandi SH,MH menjelaskan, BNNK Karawang terbagi 3 bagian, di antaranya bagian pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M).
Tahun 2025 bidang P2M telah melakukan penyuluhan terhadap masyarakat di Kabupaten Karawang meliputi bidang pendidikan, masyarakat dan instansi serta dinas usaha.
Deteksi dini ,pula dilakukan bagian P2M BNNK Karawang terhadap 25 pengemudi bis di terminal Klari dan TNI-POLRI , instansi vertikal dan masyarakat umum jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
BNNK Karawang pula melakukan pembinaan terhadap masyarakat Kampung Cilempung Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon yang oleh instansinya dijadikan desa pemantauan.
“Capaian target di Kampung Cilempung Desa Pasirjaya adalah ketahanan keluarga terhadap 20 KK. Dari desa ini diharapkan kedepannya bisa bersih dari pengaruh peredaran narkoba,” tegas Yuswandi.
Lebih jauh Yuswandi mengungkapkan, capaian kinerja Tim Brantas BNNK Karawang dengan Tim Assesment Terpadu (TAT) asal penyidik Polres Karawang, Kejari Karawang, dokter jiwa, dokter umum dan konselor, dari target 40 sebagaimana ditetapkan oleh pusat, terealisasi 80 TAT. Capaian TAT tahun 2025 ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 77 dari target 5 TAT.
Selain itu, menurut Yuswandi di tahun 2025 sejumlah kasus narkotika telah dilimpahkan BNNK Karawang kepada Polres Karawang .
BNNK Karawang menyebut telah memiliki klinik terakreditasi berstandar SNI level nasional guna rehabilitasi penyalahguna narkotika.
Sementara menyoal surat keterangan Bebas Narkoba diterbitkan BNNK Karawang-dikatakannya, dari target 110 tercapai 1.050.

Tahun 2025, BNNK Karawang telah merehabilitasi 75 orang penyalahguna narkotika, 61 orang direhabilitasi rawat jalan kolaborasi dengan Rumah Sakit Islam Karawang ( RSIK), RS Izza Cikampek, Puskesmas Karawang , Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta serta lokasi yang dapat digunakan untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika.
“14 orang lainnya direkomendasikan untuk direhabilitasi rawat inap di Lido dan Cisarua Bogor,” jelas Yuswandi.
Masih dikatakan Kepala BNNK Karawang, rehabilitasi terhadap penyalahguna narkotika dengan sistem intervensi berbasis masyarakat (IBM) pula dilakukan BNNK Karawang terhadap warga Desa Pasiryaya.
“Dari cara ini diharapkan Desa Pasir Jaya tercipta menjadi desa yang benar -benar bersih dari pengaruh narkoba,” kata Yuswandi.
Kepala BNNK Karawang menegaskan bahwa Kabupaten Karawang merupakan tempat strategis bagi peredaran dan transaksional narkotika , kaitannya dengan jalur pesisir laut, jalur jalan tol.
“Untuk itu kita terus melakukan pemantauan terhadap jalur peredaran narkotika di Karawang ini, dan kita masih bisa mengantisipasi,” tandas Yuswandi.
Menjawab pertanyaan SuryaDinamika.net kaitannya dengan langkah koordinasi dalam rangka antisipasi peredaran narkotika pada lingkup dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Karawang, Yuswandi menegaskan jika pihaknya selalu intens melakukan penyuluhan terhadap lembaga pendidikan di Karawang.
“Untuk tahun 2026 ,kita telah bicarakan dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan deteksi dini secara random,” pungkas Yuswandi. (Pri)











Komentar