Karawang,SURYADINAMIKA .net – Seorang nenek tua bernama Ipit berusia 83 tahun, bersama empat cucunya menempati rumah reot, di dusun Pagadungan RT/RW 04/02 Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang Jawa Barat.
Warga setempat menyayangkan sikap Pemerintah yang tidak kunjung memberikan perhatian berupa bantuan untuk memperbaiki tempat tinggal warganya, yang sebenarnya sudah disiapkan programnya.
Tetangga Ma Ipit, H.Emuk terpaksa membantu memberikan keterangan tentang kondisi itu kepada awak media, mengingat Ma Ipit sendiri kurang baik pendengarannya.
Menurut Haji Emuk, rumah nenek Ipit pernah dicroschek oleh pihak pemerintah desa Pagadungan, tapi entah kenapa pihak pemdes membatalkan program rutilahu.
“Info yang beredar anggarannya dialihkan ke covid, kata orang desa, sampai saat ini pihak desa belum ada yang datang dan tidak ada tindak lanjut,” ungkapnya kepada wartawan (Minggu, 15/05/2022).
“Padahal terlihat jelas kondisi rumah nenek Ipit sangat mengkhawatirkan, dan tidak layak untuk dihuni, selain itu rumah nenek Ipit berdiri dilahan milik sendiri, dan bersertifikat. Lantas kenapa pihak pemdes tidak melakukan apa yang diharapkan nenek tersebut dan tetangga lainpun merasa miris kalau tanahnya milik pengairan mungkin bisa dimengerti sedangkan inikan lahan pribadi”, sambung H.Emuk
Apakah betul yang tadinya sudah terdaftar ( Rutilahu ) Rumah Tidak Layak Huni dipending dengan alasan dananya dialihkan ke covid, itu jadi pertanyaan pihak warga masyarakat setempat. Betulkah seperti itu?? Tanya warga pada awak media.
Menanggapi hal tersebut salah seorang Kepala Desa yang jati dirinya tak mau dipublikasi memberikan komentar. Sang Kades menilai apapun alasannya rumah Ma Ipit sudah sangat pantas, wajar menjadi prioritas.
“Tidak mungkin, ketika sudah masuk program, kemudian dengan alasan covid lalu tidak jadi, ini aneh, ini rumah wajib dibantu dan secepatnya direalisasikan, diprioritaskan.” Ujar Kades tersebut.
Saat berita ini dirilis pihak pemerintah desa Pagadungan belum dapat dikonfirmasi terkait temuan rumah warga yang sangat tidak layak untuk dihuni.
Pewarta : Ray Darsono/Zumar
Editor : KS









Komentar