Perjalanan Panjang Prof. Dr. Ade Maman Suherman, SH, MSc : Tas Plastik, Jaring Ikan hingga Kursi Rektor Unsika

Berita, Pendidikan481 views
Rektor Unsika Prof Dr. Ade Maman Suherman bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh ,SE

SuryaDinamika.netKarawang – Setiap pagi, kala mentari menampakkan sinarnya, nampak bocah kecil bernama Ade Maman Suherman tengah berjalan menyusuri pematang sawah Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Sepatunya nampak basah oleh embun, buku-buku dibawanya diselipkannya dalam tas plastik agar tak dibasahi kabut pagi. Ia berangkat lebih awal dari teman-temannya–bukan karena keharusan, melainkan semangatnya yang tak bisa untuk menunggu.

Kini, setelahnya lebih lima dekade , Ade Maman Suherman duduk di kursi jabatan Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), salah satu kampus ternama di Indonesia.

Rambut Ade kini telah beruban, namun sorot matanya menatap tajam kedepan laiknya Ade kecil yang dulu berjalan sendiri menuju ke Sekolah Dasar tempat dimana ia pertama kali menimba ilmu pengetahuan dasar.

Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang ( UNSIKA) Prof. Dr Ade Maman Suherman SH, MSc

Prof. Dr. Ade Maman Suherman, SH MSc lahir dari keluarga sederhana pada Juli 1967 . Ayahnya berprofesi guru Sekolah Dasar. Ade adalah anak keempat dari sebelas bersaudara.

Ade telah sejak kecil terbiasa bangun pagi lalu membantu orang tuanya sebelum iya berangkat sekolah.

Ade selalu ingat dengan amanat mendiang ibu tercintanya, agar kelak bisa mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang pendidik.

“Bapak saya guru SD,” ucap Prof Dr.Ade Maman, kepada awak media, Senin siang ,12 Mei 2025.

Berkisah tentang perjalanan hidupnya, Ade Maman Suherman selalu mengingat pesan mendiang Ibu tercintanya.

“Walau beliau hanya ibu rumah tangga, namun ibu saya selalu bilang, bahwa harta kita itu ilmu. Kalau kamu pintar, ilmu itu akan membantu kamu kemana saja,” ucap Ade Maman Suherman mengenang amanat almarhumah ibu tercintanya.

Dalam perbincangannya Ade mengaku, ia ingat betul akan kenangan indah masa kecilnya bersama teman-teman sekampungnya.
Satu diantara yang paling diingatnya adalah kala dia berenang, memancing ikan dan menjala ikan di Waduk Darma.

“Seru, berenang di waduk darma, sambil mancing dan menjala ikan. Kalau belum diomelin, belum pulang ,” ucap Ade Maman sambil terkekeh.

Lulus dari Sekolah Menengah Atas, tahun 1990, Ade Maman melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah.

Saat di kampus, Ade Maman aktif dalam kegiatan Organisasi Kemahasiswaan, bahkan hampir tak pernah absen dari beragam kegiatan. Cita-cita Ade jelas, menjadi dosen dan membawa perubahan lewat pendidikan.

Berbekal kecerdasannya, tahun 1993 Unsoed mengangkat Ade Maman Suherman menjadi dosen di kampus tersebut.

Tak puas hanya di situ, Ade Maman Suherman lalu melanjutkan studi S2-nya di University of Groningen, Belanda, jurusan International Business.

Kepulangan Ade Maman dari Belanda usai menjalankan studinya, disambut hangat Civitas Unsoed, kemudian dia diangkat menjadi Dekan Fakultas Hukum Unsoed hingga tahun 2008 dan Ade Maman meneruskan S3-nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta.

Di tengah kesibukan aktifitasnya sebagai akademisi, Ade mengaku jika ia tak melulu berkutat dalam ruang dialektika. Ade pula menyempatkan waktunya untuk menyalurkan hobi olah raganya bermain Tennis.
Ade Maman Suherman kini pengurus Asosiasi Tennis Profesor Indonesia (ATP).

“Sejak dosen junior hobi saya bermain tenis, dan, alhamdulillah sekarang saya bergabung di pengurus ATP,” ungkapnya.

Cerita Ade Maman Suherman di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, baru terukir manakala ia terpilih menjadi Rektor Unsika Periode 2023-2027.

Ade Maman Suherman, terpilih menjadi Rektor Unsika usai mengantongi 25 suara pendukung dalam pemilihan Rektor Unsika di gedung Opon Sopandji Kampus Unsika pada Rabu, 24 Mei 2023 lalu.

Ade Maman Suherman mengungguli suara dikantongi Wakil Rektor III Unsika Dr. H. Amiruddin yang mendapat 16 suara pendukung juga Prof. Dr. H. Memen Kustiawan yang hanya mengantongi 10 suara pendukung.

Selaku pimpinan tertinggi di kampus kebanggaan Masyarakat Karawang, Ade menegaskan, dengan posisi Unsika yang berada di tengah kawasan industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara, situasi ini harus direspons melalui terobosan yang tidak biasa.

Perguruan Tinggi Negeri Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) dengan 9 Fakultas dan 32 program studi, harus berani bangkit dan tampil sebagaimana Perguruan Tinggi Negeri lainnya di tanah air.

“Melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat serta kerjasama dengan lembaga riset, pemerintah, lembaga non-pemerintah dan industri, menjadikan Unsika akan lebih eksist di masa mendatang,” tandas Prof.Dr. Ade Maman Suherman memungkas perbincangannya. (Pri)

Komentar