
SuryaDinamika.net – Karawang –Ā Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan, kebijakan penguatan pendidikan karakter siswa SD dan SMP diwilayahnya sama sekali tidak bertentangan dengan program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Semua isi inbup sama dengan program Gapura Panca Waluya tentang penguatan pendidikan karakter. Saya membuat inbup sesuai tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Karawang mengurusi tingkat pendidikan SMP, SD ke bawah,” kata Bupati Karawang Aep Saepuloh.
Penegasan ini disampaikan Aep menyusul beredarnya anggapan Pemda Karawang memiliki pendekatan berbeda dengan Pemprov Jawa Barat.
Padahal sebut Aep, Pemkab Karawang justru telah berkirim surat kepada Panglima Divisi Kostrad menyoal kerja sama pengiriman siswa berkelakuan khusus (bermasalah) ke Batalyon yang ada di Karawang.
Sambil menunggu kerja sama berjalan, untuk sementara Pemkab Karawang akan ikut mengirimkan siswa ke program ke Resimen Induk Kodam ( Rindam ) III Siliwangi dimana untuk ini programnya langsung dari Pemprov Jawa Barat.
āKami tidak bertentangan. Saat ini tengah mengurus kerja samanya. Untuk sementara kami tengah menyiapkan anak SMK yang akan mengikuti pelatihan pendisiplinan melalui program Pemprov Jabar. Siswa yang akan dikirim 30 orang dengan syarat ada persetujuan orang tua dan dinyatakan sehat,” jelas Bupati Aep.
Sementara dijelaskan Bupati Aep, untuk siswa-siswa SD dan SMP,
sebagai bentuk konkret dari komitmen penguatan pendidikan karakter sejak usia dini, Pemkab Karawang menerbitkan Instruksi Bupati Nomor: 188.342/1077/Kesra/2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Dasar, yang ditetapkan pada 5 Mei 2025. Kebijakan ini sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 dan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018, serta merespons Surat Edaran Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen tentang Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kaitannya dengan kegiatan yang diamanatkan dalam Instruksi Bupati Nomor: 188.342/1077/Kesra/2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Dasar, yang ditetapkan pada 5 Mei 2025 lalu meliputi kegiatan kerohanian pagi seperti sholat dhuha, membaca Al-Qurāan, dan menghafal Asmaul Husna, menghafal surat-surat pendek dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam berlanjut dengan sholat Dzuhur berjamaah, bagi sekolah yang beroperasi saat waktu dzuhur. Kemudian ada Senam Anak Indonesia Sehat pada setiap Jumat pagi dan Program Jumat Bersih bersama siswa dan guru.
Selanjutnya ada pelestarian olahraga tradisional dalam pelajaran jasmani dan kegiatan keterampilan hidup, seperti berkebun serta pekerjaan rumah tangga.
Pemkab Karawang berharap, melalui program tersampaikan akan mencetak generasi muda yang cerdas secara akademik dan berkarakter kuat, mandiri, dan berakhlak mulia. Selain pula disiapkan kebijakan yang selaras guna melengkapi kebijakan Pemprov Jabar menyoal penguatan pendidikan karakter siswa. ( pri )
















Komentar