Program P3-TGAI 2022 BBWS di Desa Jayakerta Tak Perhatikan Kualitas.

Berita, Daerah194 views

Karawang, SURYADINAMIKA.net – Proyek P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) yang berlokasi di Dusun Krajan A Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, yang dibiayai APBN Tahun 2022, dengan nilai bantuan Rp 195.000.000 (seratus sembilan puluh lima juta rupiah), yang pengerjaannya dilaksanakan P3A Mitra cai Tirta Makmur, mendapat sorotan berbagai fihak, menyangkut kualitas.

Bersumber dari beberapa pernyataan warga setempat yang peduli terhadap pembangunan tersebut, diperoleh informasi, bahwa pengerjaan proyek yang didanai uang rakyat itu, kurang memperhatikan kualitas. Dikhawatirkan nantinya proyek itu tidak akan bisa bertahan lama dan tidak memberikan manfaat kepada warga.

“Sudah jelas anggaran tersebut adalah uang Negara, artinya uang Rakyat. Ketika ada Proyek berhak warga masyarakat wajib tahu dan menegur apabila proyek pengerjaannya asal asalan.” Ujar seorang warga yang jati dirinya tidak bersedia dipublikasi,(27/05/2022).

Saat ditemui awak media, pekerja inisial Rs menjelaskan, terkait pondasi yang tidak memakai adukan pasir semen, ia hanya bekerja sesuai instruksi dari Mimin, hanya saja tidak dijelaskan kapasitas Mimin sebagai apa di proyek tersebut. Ia juga menyebutkan mandor lapangan inisial (Ir).

Hasil pantauan awak media di lokasi pekerjaan, pondasi tidak memakai adukan pasir semen terlebih dahulu, pekerja langsung menancapkan batu kali ke tanah, tidak ada pengeringan, lumpur tidak diangkat terlebih dahulu, nampak jelas tidak ada penggalian, sehingga rentan rusaknya bangunan tersebut. Selain itu ada bangunan yang lama yang disambung dengan pekerjaan baru, terkesan mengurangi volume panjang.

Di lain tempat, salah seorang warga Dusun Krajan A dengan inisial (M) angkat bicara.

“Kalau pondasi bangunan tidak dipasang adukan terlebih dahulu khawatir lama kelamaan bangunannya akan miring dan roboh. Sehingga merugikan petani” ungkapnya.

“Seharusnya bangunan proyek sungai tersebut harus sesuai standar prosedur (SOP),” tandasnya

Sampai berita ini diterbitkan, Mimin selaku penanggung jawab kerja, susah untuk ditemui, sehingga sulit memberikan keterangan tentang pembangunan Peningkatan Jaringan Irigasi tersebut. Awak media mencoba menghubungi via WhatsApp namun tak ada jawaban. (jsb)

Komentar